www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Mendikbudristek: Indonesia Jadi Inovator Pendidikan Tinggi
HumanioraNASIONAL & POLITIK

Mendikbudristek: Indonesia Jadi Inovator Pendidikan Tinggi

MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA : Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, saat membuka Festifal Kampus Merdeka (FKM) di Bali, belum lama ini.
Social Media

BALI, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Festival Kampus Merdeka (FKM) untuk kedua kalinya. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, membuka FKM dengan memaparkan berbagai capaian serta dampak positif program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama satu tahun terakhir, sekaligus mendorong pelaksanaan Kampus Merdeka Mandiri di seluruh perguruan tinggi. 

Bercerita tentang pengalamannya berdiskusi dengan menteri-menteri pendidikan dari berbagai belahan dunia, Menteri Nadiem mengatakan bahwa banyak negara terinspirasi untuk menyontoh MBKM. 

“Tidak lagi Indonesia mengejar ketertinggalan. Nanti kita lihat hasilnya. Sekarang, untuk pertama kalinya Indonesia menjadi inovator pendidikan tinggi,” kata Mendikbudristek kepada para pimpinan perguruan tinggi, dosen, perusahaan dan organisasi mitra, praktisi, mentor, serta 400 mahasiswa yang hadir di Pulau Serangan, Bali (14/11). 

“Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencari pengalaman di dunia nyata. Terima kasih kepada para pemangku kepentingan yang saling bersinergi untuk menyukseskan pelaksanaan kebijakan Kampus Merdeka,” lanjutnya.

Transformasi Pendidikan Tinggi

MBKM yang diluncurkan pada tahun 2020 menjadi salah satu upaya Kemendikbudristek dalam mentransformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Mahasiswa kini didukung penuh untuk menjalankan delapan jenis kegiatan belajar di luar kampus seperti membangun desa, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, penelitian, pertukaran pelajar, kampus mengajar atau asistensi mengajar, melakukan studi atau proyek independen, dan magang atau praktik kerja.

“Kampus Merdeka telah diikuti oleh lebih dari 420.000 mahasiswa baik melalui program yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek maupun kampus. Perguruan tinggi harus lebih terlibat dalam meluncurkan program Kampus Merdeka Mandiri agar lebih banyak mahasiswa merasakan manfaat belajar di luar kampus,” jelas Menteri Nadiem.  

Sebanyak 179.000 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke telah mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. Sementara itu, sebesar 250.985 mahasiswa telah mengikuti program Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh kampus./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Perbaikan Sekolah
Humaniora

Kemendikdasmen Revitalisasi 89 Sekolah di Demak

KAB. DEMAK, Bisnistoday.co.id - Kondisi sekolah yang berada di wilayah rawan bencana...

WISUDA STIP Abdi Negara
Humaniora

Saling Berbagi Peran, Jangan Terjebak Dikotomi PTN dan PTS

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Praktisi pendidikan menilai, bahwa dalam dekade terakhir pendidikan tinggi...

Humaniora

Dukung Program Prioritas Pendidikan 2027, Komisi X DPR RI Setujui Pagu Kemendikdasmen Rp89,1 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Komisi X DPR RI menyetujui penyesuaian pagu Kementerian Pendidikan...

Humaniora

Hutama Karya dan IKA ITS Academy Berkolaborasi Bahas “Business Streamlining” BUMN Berbasis Nilai dan Tata Kelola

JAKARTA, Bisnistoday– PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui Direktur Human Capital...