www.bisnistoday.co.id
Senin , 17 Agustus 2026
Home OPINI Gagasan Mengenang Ekonom Senior Prof Arsjad Anwar
GagasanOPINI

Mengenang Ekonom Senior Prof Arsjad Anwar

MENGENANG AKADEMISI : Prof Arsjad Anwar, pada saat kenangan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Social Media

Hampir tiga dekade yang lalu, tepatnya pada tahun 1994, Dr. Syahrir melakukan riset atau studi kecil tentang Pakar Ekonomi yang mempengaruhi  Kebijakan ekonomi melalui media massa pada tahun 1990-an.  

Studi kecil ini penting pada dekade 1990-an tersebut karena ekonomi memang menjadi panglima dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi rata-rata mencapai 7 persen, suatu tingkat pertumbuhan yang tidak pernah dicapai pada saat ini.

Berita ekonomi adalah berita sehari-hari yang dominan dan menonjol karena masyarakat tengah menyongsong Indonesia bangkit menjadi negara industri.

Studi ini dilakukan dengan metode “Content Analysis” dengan cara menggali dan menilai isi  media nasional untuk mengetahui siapa ekonom-ekonom nasional yang rajin berbicara di publik tentang kebijakan ekonomi. 

Media yang dikaji pada waktu itu adalah: Kompas, Bisnis Indonesia, Harian Ekonomi Neraca,, Republika, Media Indonesia, Suara Pembaruan, Jawa Pos, Surabaya Pos, Suara Karya, Harian Terbit, dan lain-lain. Selain  itu ada pula berita mingguan atau bulanan, yaitu Tempo, Warta Ekonomi, Editor, Prospek, Sinar, Swa, Eksekutif, Infobank dan Business News.  

Dari metode content analysis ini ditemukan ada 26 ekonom nasional, yang  mempengaruhi kebijakan publik melalui banyak pemikiran dan pandangan-pandangannya melalui media massa (baik menulis maupun dikutip), termasuk yang menonjol adalah Prof Arsjad Anwar, yang memang berasal dari kampus terbaik, Universitas Indonesia.  

Sebagian besar 26 ekonomi dekade 1990-an tersebut sudah wafat sebelum Prof Arsjad Anwar, diantaranya:  Hadi Soesastro, Pande Radja Silalahi, Soeharsono Sagir, Christianto Wibisono, Sadli, Soemitro Djojohadikusumo,  Sarbini Sumawinata, Rijanto, Suhadi Mangkusuwondo, Dawan Rahardjo, Nurimansjah Hasibuan, Thee Kian Wie, Frans Seda, Hartojo Wignyowiyoto.

Yang lain diantara 26 ekonom lama tersebut masih aktif dan terus berkiprah sampai saat ini, seperti: Marie Pangestu, Rizal Ramli, Djsman Simandjuntak, Iwan Jaya Azis, Sri-Edi Swasono, Didik Rachbini, Anwar Nasoetion, Dorodjatun, Bintang Panungkas, Laksamana Sukardi. 

Prof Arsjad sejatinya telah berkiprah selain  sebagai pengajar dan peneliti, juga sangat aktif membentuk pandangan-pandangan publik tentang pentingnya ekonomi dan kebiakan ekonomi pada dekade 1990-an bersama 26 ekonom senior lainnya. 

Saya tidak pernah berinteraksi langsung dengan Prof Anwar, tetapi lebih kenal pikiran-pikirananya dari tulisan dan kutipan di media massa dan sesekali seminar. Namun saya dengar dedikasinya dalam bidang akademik tak pernah berhenti, dan terus aktif mengajar sampai dekade dekade 2010-an.  

Jauh sebelumnya, pada dekade 1980-an, Prof Arsjad memimpin lembaga riset CPIS (Center for Policy and Implementation Studies) dimana banyak ekonom rekan-rekan saya pernah bergabung di dalamnya, seperti Dr Fadhil Hasan, M Nawir Messi, Rizal Ramli, dan lainnya. Ini menunjukkan pengabdiannya yang sangat panjang terhadap dunia akademik dan riset. 

Dari sahabat saya pendiri INDEF, Fasial Basri, Prof Arsjad dikenal sebagai data berjalan. Sangat kenal detail data-data ekonomi dan cermat menelisik denga tekun sehingga menjadi sumber yang sahih bagi wartawan untuk menulis berita tentang ekonomi. 

Tidak mudah mencari penggantinya di tengah diskursus publik yang instan di jaman medsos sekarang ini. Selamat jalan, ekonom senior, semoga selalu dalam rahman dan rahimNya di alam baka.

Oleh : Didik J Rachbini, Ekonom Senior INDEF

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

PosIND Pelembang
Gagasan

Ekonomi Belah Ketupat, Mimpi Besar Prabowo Memperkuat Kelas Menengah

JAKARTA, Bisnistoday - Tujuan bangsa ini berdiri, seperti dinyatakan dalam konstitusi oleh...

Logo BI
Gagasan

Independensi Bank Indonesia dan Arah Angin Politik

INDEPENDENSI Bank Indonesia (BI) sering kali disalahpahami sebagai kebebasan untuk berjalan tanpa...

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
GagasanSport & Health

Pelajaran dari Krisis Kepemimpinan FIFA

FIFA, Federasi Sepak Bola Internasional, saat ini sedang diterpa masalah, terutama terkait...

Karhutla (Ilustrasi: Unsplash/Matt-Palmer)
GagasanLingkungan

Amuk Api di Lahan Kerontang

SEJUMLAH peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi sepanjang pekan ini, yakni...