JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan pihaknya meminta bantuan pesawat TNI untuk mengangkut kopi dari koperasi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Bantuan pesawat sangat diperlukan karena kopi produksi dari koperasi kini menumpuk pascabencana banjir yang melanda Aceh.
Menkop mengatakan sekitar 200 ton kopi tidak dapat dipasarkan karena akses jalan yang terputus. Bantuan pesawat TNI mengangkut kopi sehingga kopi dapat dipasarkan ke luar wilayah Aceh. Hasil dari penjualan kopi milik koperasi tersebut kemudian akan diberikan kembali kepada koperasi.
“Kami sedang mengirim surat kepada Panglima TNI agar pesawat Angkatan Udara bisa mengangkut kopi-kopi dari koperasi di Bener Meriah. Ini akan mempermudah masyarakat karena akses transportasi darat sudah terputus,” kata Menkop saat menyerahkan bantuan dari Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatera di Gedung Kemenkop, melalui siaran pers, Selasa (16/12).
Bantuan diserahkan kepada perwakilan pemerintahan dari tiga wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra. Bantuan meliputi alat penyulingan air bersih, perlengkapan mandi, mainan anak-anak, kebutuhan spesifik perempuan, hingga kain kafan, toilet portabel dan lainnya. Semua bantuan ini akan disalurkan melalui posko di Aceh Tamiang, Tapanuli Selatan, dan Agam.
Menkop mengatakan Gerakan Koperasi Peduli Bencana merupakan simbol bahwa koperasi bukan semata sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai pilar ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi krisis dan bencana.
Gerakan koperasi memiliki peran penting untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap para korban bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, Kemenkop juga akan mendirikan posko yang akan menjadi pusat koordinasi penyaluran bantuan serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat.
Baca juga: Menteri PU Lakukan Langkah Darurat Untuk Pemulihan Infrastruktur Pasca Bencana Sumatera dan Aceh
Saat ini, Kemenkop terus berkoordinasi untuk melakukan inventarisasi koperasi-koperasi yang terdampak bencana termasuk dengan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Petugas dari Dinas Koperasi, Business Asisstant, dan Project Management Office (PMO) akan turun sebagai relawan untuk membantu memecahkan masalah di lapangan terutama yang berkaitan dengan koperasi.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan hampir 100 koperasi menunjukkan komitmen luar biasa dalam penggalangan dana. Jumlah dana yang terkumpul hingga saat ini mencapai Rp1,64 miliar. Gerakan Koperasi Peduli Bencana belum berhenti, akan terus berlanjut.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan Kemenkop juga akan mendirikan posko yang akan menjadi pusat koordinasi penyaluran bantuan serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat.










































