www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 26 September 2026
Home GLOBAL Menteri Basuki Tekankan Peran Bendungan dalam Mengatasi Krisis Air
GLOBALKawasan Global

Menteri Basuki Tekankan Peran Bendungan dalam Mengatasi Krisis Air

KONFERENSI BENDUNGAN : Menteri Basuki dalam dalam sambutannya pada Pembukaan ICOLD 27th Congress & 90th Annual Meeting, di Marseille, Prancis, Senin (30/5).
Social Media

MERSEILLE-PRANCIS, Bisnistoday– Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menghadiri International Commission On Large Dams (ICOLD) 27th Congress & 90th Annual Meeting  yang diadakan di Marseille, Prancis pada 30 Mei – 1 Juni 2022. Kongres dan Pertemuan Tahunan ICOLD merupakan agenda rutin komunitas bendungan internasional yang membahas isu pembangunan dan pengelolaan bendungan besar. 

Menteri Basuki menjelaskan bahwa saat ini krisis air merupakan tantangan global seiring dengan meningkatnya permintaan air karena pesatnya urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, Pandemi Covid-19, dan isu perubahan iklim. Studi OECD menyatakan permintaan air global akan meningkat sebesar 55% hingga tahun 2050, terutama karena pertumbuhan penduduk dan industri. Untuk itu, diperlukan pengelolaan sumber daya air secara efektif. 

“Kita harus membangun lebih banyak bendungan dan mengelola bendungan eksisting lebih efisien. Sejak tahun 2015, Indonesia telah membangun 61 bendungan baru dan melakukan optimasi 231 bendungan/waduk eksisting untuk meningkatkan ketersediaan air mendukung pertanian, industri, pariwisata, perkotaan, kebutuhan domestik, dan kegiatan lainnya,” kata Menteri Basuki dalam dalam sambutannya pada Pembukaan ICOLD 27th Congress & 90th Annual Meeting, Senin (30/5). 

Untuk meningkatkan kapasitas retensi banjir pada musim hujan, Kementerian PUPR akan menambah pintu air pada 21 bendungan baru dan 24 bendungan yang tengah dibangun. Selain itu, dalam rangka menjaga keseimbangan air pada wilayah sungai, saat ini telah dan akan terus dibangun fasilitas interkoneksi antar bendungan.

“Dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, kita mampu untuk memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi informasi terkini untuk mengelola dan mengoperasikan waduk secara efektif. Sebagai contoh, untuk mendapatkan parameter hidrologi yang lebih akurat dan juga mengurangi risiko bencana, dilakukan pemodelan perkiraan inflow bendungan,” terang Basuki.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga menekankan bahwa kita harus menaruh perhatian lebih besar pada isu keselamatan bendungan, seperti pekerjaan perbaikan bendungan, rehabilitasi instrumentasi bendungan, dan penyesuaian pola operasi waduk.

Terakhir, Menteri Basuki berharap pertemuan ICOLD tahun ini dapat mendukung pertukaran pengetahuan tentang pembangunan dan kemajuan bendungan di seluruh dunia dan dapat menghasilkan beberapa ide atau terobosan baru dalam pembangunan bendungan.

Turut mendampingi Menteri Basuki, antara lain Inspektur Jenderal Kementerian PUPR  T. Iskandar, Konjen RI Marseille Arief Basalamah, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan Airlangga Mardjono, dan Pengurus Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Presiden Putin
Kawasan Global

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Asia Pasifik

VLADIVOSTOK. Bisnistoday - Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra...

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWSKawasan Global

Presiden Prabowo Hadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Rusia

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Prabowo Tiba di Rusia Jadi Tamu Kehormatan di Eastern...

logo baru
Kawasan Global

Kemenhub Resmi Umumkan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan secara resmi mengumumkan pencalonan...