www.bisnistoday.co.id
Jumat , 28 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pelaku Pasar Khawatir Terjadi Resesi, IHSG Kian Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

Pelaku Pasar Khawatir Terjadi Resesi, IHSG Kian Melemah

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan akhir pekan, Jumat (02/08) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Meski sempat menguat di awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (29/9) kembali tutup melemah 40,83 poin ke posisi 7.036,2. Sementara Indeks LQ45 turun 4,37 poin ke posisi 1.009,04. Pasar masih diselimuti kekhawatiran terjadinya resesi.

Saham sektor teknologi mengalami penurunan paling tajam sebesar 1,95 persen. Saham yang memimpin pelemahan di antara GOTO yang terpangkas lebih dari 3 persen, BUKA terkoreksi lebih dari 2 persen.

“IHSG di akhir perdagangan mengalami koreksi sedangkan bursa regional Asia sebagian menguat yang masih disokong karena dorongan dari aksi mengejutkan pembelian obligasi oleh Bank of England di tengah kekhawatiran atas rencana fiskal dan tantangan ekonomi Inggris,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Kamis (29/9).

IHSG gagal rebound karena pelaku pasar masih bersikap wait and see untuk masuk ke aset keuangan berisiko. Hal itu seiring pasar yang masih diselimuti ancaman serius akan resesi global yang tentunya akan menjalar ke dalam negeri.

Di sisi lain, imbal hasil atau yield obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turun 23 basis poin menjadi 3,733 persen, atau penurunan terbesar sejak 2020. Yield sempat mencapai level tertinggi 4,019 persen, level kunci yang tertinggi sejak Oktober 2008 pada hari sebelumnya.

Dibuka menguat, selang satu jam IHSG melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor teknologi paling dalam 1,95 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor perindustrian masing-masing turun 1,61 persen dan 1,39 persen. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor kesehatan dan sektor energi masing-masing sebesar 0,98 persen dan 0,14 persen. Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NETV, KJEN, SRAJ, OBMD dan GULA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMMS, INDX, CARS, PNLF, dan SRTG.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp623,36 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah beli bersih Rp568,07 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.219.551 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,84 miliar lembar saham senilai Rp12,68 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 423 saham menurun, dan 114 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 248,07 poin atau 0,95 persen ke 26.422,05, Indeks Hang Seng turun 85,01 poin atau 0,49 persen ke 17.165,87, dan Indeks Straits Times terkoreksi 1,23 poin atau 0,04 persen ke 3.115,08./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...