www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pelaku Pasar Tunggu Rilis Data PCE Price Index, IHSG Melemah
Bursa

Pelaku Pasar Tunggu Rilis Data PCE Price Index, IHSG Melemah

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan Kamis (02/05) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (26/03) ditutup melemah 12,09 poin ke posisi 7.365,66. Sementara indeks LQ45 turun 4,11 poin ke posisi 997,79.

Pelaku pasar bersikap wait and see terhadap rilis data Personal Consumption Expenditures Price Index (PCE Price Index) dari Amerika Serikat (AS) yang diprediksi akan memperlihatkan tingkat inflasi tinggi.

Selain itu, menurut hasil kejian Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, investor mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan Bank Sentral AS The Federal dan bank-bank sentral utama lainnya mulai memangkas suku bunga acuan pada bulan-bulan mendatang.

Ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada Juni 2024 semakin besar dengan pelaku pasar melihat 71,9 persen peluang pemangkasan suku bunga paling tidak 25 basis poin (bps), atau naik dari sekitar 54,7 persen sepekan yang lalu

Bank Sentral Swiss atau Swiss National Bank (SNB) pada pekan lalu menjadi bank sentral besar pertama yang menurunkan suku bunga acuan sebagai sinyal kebijakan moneter akan semakin longgar, seiring dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Bank Sentral Inggris atau Bank of England (BOE) juga telah mengirim sinyal akan segera melonggarkan kebijakan moneter, sementara bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi akan melakukan penurunan suku bunga di bulan Juni.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 0,46 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen nonprimer yang masing-masing naik 0,35 persen dan 0,31 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dimana sektor transportasi dan logistik turun paling dalam minus 3,35 persen, diikuti sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing minus 0,87 persen dan 0,80 persen.

Baca Juga: IHSG Melemah Seiring Turunnya Harga Saham Sektor Teknologi

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu IDPR, TNCA, ULTJ, LIVE dan SLIS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni COCO, CHEM, GIAA, LMAX, dan IDEA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 984.535 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,13 miliar lembar saham senilai Rp16,13 triliun. Sebanyak 219 saham naik, 356 saham menurun, dan 208 tidak bergerak nilainya.

Rupiah Menguat

Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS di akhir perdagangan Selasa menguat terbatas di tengah prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cukup kuat. Kurs rupiah ditutup naik 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp15.793 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.800 per dolar AS.

“Prospek ekonomi AS yang cukup kuat, di mana The Fed menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS tahun 2024 dan 2025,” kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto seperti dikutif Antara.

Proyeksi tersebut dicatat dalam summary of economic projection dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang dirilis pada rapat terakhir bulan ini.

The Fed menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB AS 2024 menjadi 2,1 persen dari 1,4 persen. Untuk 2025, The Fed menaikkan proyeksi dari 1,8 persen menjadi 2 persen.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa turun ke level Rp15.797 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.795 per dolar AS./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...

IHSG ditutup menguat
Bursa

Aksi Selektif Saham Murah, IHSG Kembali Menguat Signifikan

JAKARTA, Bisnistoday – Relatif rendahnya saham yang berfundamental meyakinkan, dengan harga yang...

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...