www.bisnistoday.co.id
Senin , 17 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Pendidikan Bilingual Membuka Kesempatan Belajar yang Setara bagi Murid Tuli
Humaniora

Pendidikan Bilingual Membuka Kesempatan Belajar yang Setara bagi Murid Tuli

Kemendikdasmen
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Pijar Foundation dan sejumlah mitra strategis untuk menghadirkan kelas yang lebih inklusif bagi murid Tuli melalui Program Pendidikan Bilingual untuk Tuli./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Komitmen Kemendikdasmen untuk membangun sekolah yang benar-benar ramah bagi semua peserta didik terus dilakukan. Namun, mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua membutuhkan kerja sama banyak pihak. Berangkat dari semangat tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Pijar Foundation dan sejumlah mitra strategis untuk menghadirkan kelas yang lebih inklusif bagi murid Tuli melalui Program Pendidikan Bilingual untuk Tuli.

Dukungan pemerintah, mitra pendidikan, komunitas Tuli, dan sektor swasta bagi murid Tuli diharapkan mampu membuka kesempatan yang sama bagi murid Tuli untuk memahami pelajaran, mengembangkan potensi, serta meraih masa depan dengan penuh percaya diri. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata guna memastikan hak setiap anak, termasuk murid Tuli terpenuhi dengan baik.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia.

“Komitmen kami di pemerintah adalah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Makna ‘semua’ ini sangat inklusif, terlepas dari kemampuan fisik, sensorik, intelektual, sosial, emosional, maupun psikologis. Sudah menjadi kewajiban pemerintah memastikan ekosistem pendidikan kita betul-betul inklusif,” ujarnya.

Menurut Fajar, Kemendikdasmen tidak menganggap layanan bagi murid Tuli sebagai program tambahan. Sebaliknya, kementerian menempatkannya sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional. Langkah tersebut menjadi semakin relevan karena semakin banyak anak berkebutuhan khusus memilih belajar di sekolah reguler. Dari lebih dari 381 ribu peserta didik berkebutuhan khusus, sekitar 217 ribu kini bersekolah di satuan pendidikan inklusif.

“Besarnya jumlah peserta didik di sekolah inklusif menunjukkan bahwa kita bergerak menuju paradigma pendidikan yang inklusif, bukan segregatif,” tambahnya.

Melalui kemitraan ini, Pijar Foundation menghadirkan model pembelajaran bilingual yang memadukan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan bahasa Indonesia tulis dan lisan. Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Cazadira Fediva Tamzil, menjelaskan bahwa pengakuan terhadap bahasa isyarat menjadi pintu masuk bagi murid Tuli untuk memahami pelajaran sekaligus membangun kemampuan berpikir dan berinteraksi.

Senada dengan itu, Ketua Tim Kurikulum dan Peneliti Bahasa Isyarat Pijar Foundation, Adhi Kusumo Bharoto, mengajak masyarakat melihat perbedaan sensorik sebagai bagian dari keberagaman potensi anak, bukan sebagai kekurangan.

Pada kesempatan ini, Executive Director The Nippon Foundation, Ichiro Kabasawa membagikan pengalaman berbagai negara di Asia Tenggara yang berhasil mengembangkan pendidikan bilingual bagi murid Tuli hingga mampu melahirkan lulusan yang mandiri dan menjadi pemimpin di komunitasnya.

Mengomentari kolaborasi ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menilai sinergi antara pemerintah, dunia filantropi, dan masyarakat sipil menjadi fondasi penting untuk memperluas akses pendidikan inklusif.

“Penandatanganan hari ini merupakan demonstrasi kuat tentang apa yang bisa dicapai ketika pemerintah, masyarakat sipil, dan mitra filantropis berkumpul di sekitar tujuan yang sama. Ini bukan sekadar perjanjian formal, tetapi komitmen bersama agar anak-anak Tuli memiliki kesempatan lebih luas untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

HumanioraNASIONAL & POLITIK

SMP dan SMA Labschool Peringati Kemerdekaan dengan Ikuti Lari Lintas Juang

JAKARTA, Bisnistoday – SMP dan SMA Labschool di wilayah Jakarta menggelar Lari...

Humaniora

Kemendikdasmen Kirim 50 Tenda Darurat dan Bantuan Sekolah Tangani Dampak Gempa Flores

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menangani dampak...

Humaniora

ITB Kembangkan Nilai AIR untuk Penguatan Karakter Mahasiswa di Era AI

BANDUNG, Bisnistoday - Institut Teknologi Bandung (ITB) terus mengembangkan program penguatan karakter...

Kemendikdasmen
Humaniora

Kemendikdasmen dan IACE Korea Dorong Kolaborasi Asia Pasifik Wujudkan Transformasi Pendidikan Digital

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan...