JAKARTA, Bisnistoday- PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak Januari hingga Maret2021 telah menyalurkan kredit sebesar Rp579,7 triliun. Kredit tersebut sebagian besar disalurkan kepada usaha mikro.
Direktur Utama BRI, Sunarso Sunarso merinci kredit kepada usaha mikro sebesar Rp490,8 triliun, kemudian sektor energi terbarukan senilai Rp15,7 triliun, kegiatan usaha pencegahan dan pengawasan polusi Rp2,4 triliun, transportasi ramah lingkungan Rp18,3 triliun, dan bangunan hijau Rp2,8 triliun.
Kemudian, untuk kegiatan usaha pengelolaan sumber daya alam hayati yang berkelanjutan secara lingkungan dan tata guna lahan Rp39,1 triliun, konservasi keanekaragaman hayati darat dan perairan Rp714 miliar.
Selanjutnya, pengelolaan air dan limbah air yang berkelanjutan sebesar Rp673 miliar, bisnis produk, teknologi dan proses produksi yang ramah lingkungan Rp9 triliun, serta proyek terkait keberlanjutan lainnya Rp290 miliar.
Dengan penerapan sistem keberlanjutan tersebut, Sunarso mengatakan kinerja BRI secara finansial masih terus membaik walaupun di tengah krisis Covid-19.
“Terbukti dari aset kami yang sampai triwulan I-2021 mampu tumbuh 6,8 persen,” ungkapnya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (27/7).
Penyaluran kredit bank pelat merah tersebut juga mampu tumbuh 1,4 persen di tengah kontraksi pertumbuhan kredit secara nasional, dengan kontribusi terbesar dari kredit segmen mikro yang melesat hingga 16 persen.
Ia menambahkan total simpanan atau dana pihak ketiga (DPK) BRI mampu tumbuh 5,6 persen, dengan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) naik tipis 3,12 persen, dan ada peningkatan perhitungan aset berkualitas rendah atau Loan at Risk (LAR) sebesar 28,84 persen./


