JAKARTA, Bisnistoday – Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berjalan alot.
“Pembicaraan bersejarah antara AS dan Iran tampaknya telah berakhir untuk saat ini,” kata pemerintah Iran pada Minggu pagi.
Menurut Guardian berbagai media Iran, termasuk kantor berita Fars dan kantor berita Tasnim, melaporkan masih ada “ketidaksepakatan serius”, tetapi atas saran Pakistan, putaran pembicaraan akan dilanjutkan pada Minggu sore.
Juru Bicara Iran Esmail Baghaei yang juga mantan perwakilan Iran di PBB mengakhiri pernyataannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Pakistan dan mendesak AS untuk menunjukkan itikad baik.
“Keberhasilan proses diplomatik ini bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, menahan diri dari tuntutan yang berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum, serta penerimaan hak dan kepentingan sah Iran,” tulisnya.
Dalam cuitan sebelumnya di X Baghaei mengungkapkan perundingan membicarakan berbagai hal krusial termasuk Selat Hormuz, isu nuklir, ganti rugi perang, pencabutan sanksi, dan pengakhiran sepenuhnya perang melawan Iran dan di kawasan tersebut (Timur Tengah).
Wapres AS
Sementara itu, Wakil presiden AS, JD Vance dijadwalkan akan segera berpidato yang akan disiarkan langsung oleh Gedung Putih. Vance memimpin delegasi Amerika dalam perundingan tersebut, sementara pihak Iran dipimpin oleh ketua parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Abbas Araghchi, menteri luar negeri.
Mereka telah membahas dengan Pakistan bagaimana memajukan gencatan senjata yang sudah terancam oleh perbedaan pendapat yang mendalam dan serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Hizbullah di Lebanon.//
Iran juga membantah klaim AS bahwa dua kapalnya telah melintasi Selat Hormuz. Iran memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer untuk melewati jalur air tersebut akan disambut dengan “tanggapan yang kuat”.
Di sisi lain. Israel terus menyerang Lebanon selatan, dengan setidaknya 13 orang tewas dalam serangan di Kota Tefahta.//

