JAKARTA, Bisnistoday – Asian Games ke-20, resmi dibuka Sabtu (19/9/2026) sore ini, di Nagoya, Jepang. Event olahraga bangsa-bangsa se-Asia ini, diikuti 45 negara yang akan bersaing dalam 43 cabang olahraga.
Di acara pembukaan ini, Kontingen Indonesia mengenakan pakaian tradisional yang menampilkan motif etnik Batak hasil rancangan desainer Ghea Panggabean.
“Ini memiliki latar belakang warisan budaya, karena kita harus bangga dengan kekuatan budaya Indonesia. Jadi, saya memilih motif Gorga dari masyarakat Batak dan juga Limar,” ujar Ghea seperti dilansir Antara, Sabtu.
Gorga merupakan ornamen hias khas masyarakat Batak yang umumnya diterapkan dalam bentuk ukiran atau lukisan pada rumah adat Batak. Motif ini biasanya menampilkan perpaduan warna hitam dan merah.
Ghea menjelaskan pemilihan motif Gorga bukan didasarkan pada preferensi pribadi atau karena ia sendiri berdarah Batak, melainkan karena motif tersebut memiliki nilai filosofis yang selaras dengan semangat perjuangan para atlet.
“Gorga, yang berasal dari ukiran rumah adat Batak, melambangkan kekuatan, perlindungan dari bahaya, dan keberuntungan. Harapannya, dengan mengenakan motif ini, terselip doa simbolis agar kita dapat meraih banyak kemenangan,” jelasnya.
Ia menegaskan pemilihan motif Gorga bukan keputusan sepihak darinya, melainkan melibatkan Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo Subianto. Didit diketahui turut serta merancang pakaian defile dan jersey untuk ajang olahraga multi-cabang terbesar di Asia tersebut.
Ghea dan timnya menghabiskan waktu tiga bulan untuk merancang, menyempurnakan, dan memfinalisasi konsep serta tema yang digunakan oleh kontingen Indonesia di ajang Asian Games.
Ambisi tuan rumah
Asian Games menempati posisi penting dalam kalender olahraga bagi para atlet dari benua ini. Ajang yang biasanya digelar setiap empat tahun sekali ini umumnya berlangsung di pertengahan siklus Olimpiade, sehingga menjadi sarana uji kemampuan sekaligus peluang untuk meraih medali di ajang besar.
Ini adalah kali ketiga Jepang menjadi tuan rumah Asian Games, setelah sebelumnya diadakan di Tokyo pada tahun 1958 dan Hiroshima pada tahun 1994.
Menurut Japan Times, Event yang berlangsung mulai hari Sabtu hingga 4 Oktober ini sebagian besar akan digelar di berbagai lokasi di Prefektur Aichi, sementara pertandingan renang dan loncat indah akan diadakan di Tokyo Aquatics Center.
Ajang ini berperan penting dalam menyoroti cabang olahraga yang memiliki nilai budaya bagi sejumlah negara dan wilayah di Asia, serta mengangkat olahraga seperti kabaddi dan sepak takraw ke panggung internasional.
Belakangan ini, Asian Games juga mulai menampilkan cabang olahraga yang lebih baru seperti teqball dan esports; esports sendiri akan mempertandingkan 11 nomor perebutan medali dalam program tahun ini, mulai dari “League of Legends” hingga “Gran Turismo 7.”
Namun, bagi Jepang, fokus utama akan tertuju pada cabang olahraga Olimpiade konvensional, di mana banyak atlet berupaya meningkatkan performa mereka setelah tampil di Olimpiade Musim Panas 2024 di Paris.
Pesenam artistik Shinnosuke Oka akan menjadi salah satu bintang utama di Asian Games ini, setelah sebelumnya memenangkan tiga medali emas di Paris pada nomor beregu, all-around (serba bisa), dan palang tunggal (horizontal bar).
Oka memenangkan gelar NHK Trophy untuk ketiga kalinya secara berturut-turut tahun ini, mengungguli Daiki Hashimoto, peraih emas nomor all-around pada Kejuaraan Dunia 2025 di Jakarta.
Jepang juga berambisi meraih emas pada nomor beregu putra, menyusul kemenangan dramatis saat melawan Tiongkok di Olimpiade Paris 2024, di mana Oka, Hashimoto, dan Kazuma Kaya tampil gemilang.
Juara Olimpiade sekaligus atlet lempar lembing, Haruka Kitaguchi, bertekad memperbaiki penampilannya setelah hasil yang mengecewakan pada Kejuaraan Dunia tahun lalu di Tokyo. //









































