www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home LIFESTYLE Wisata & Kuliner Prasasti Batutulis di Tengah Kota Bogor, Jejak Kejayaan Pajajaran yang Tetap Hidup
Wisata & Kuliner

Prasasti Batutulis di Tengah Kota Bogor, Jejak Kejayaan Pajajaran yang Tetap Hidup

Social Media

BOGOR, Bisnistoday — Di tengah hiruk-pikuk modernisasi Kota Bogor, berdiri kokoh sebuah situs bersejarah yang menjadi saksi bisu masa kejayaan Kerajaan Pajajaran, yakni Prasasti Batutulis. Terletak di Jalan Batutulis, Bogor Selatan, situs ini menjadi pengingat akan kejayaan leluhur Sunda yang telah bertahan lebih dari empat abad lamanya. Meski kini dikelilingi oleh pemukiman padat dan jalan raya, keberadaannya tetap memancarkan aura sakral yang tak lekang oleh waktu.

Prasasti Batutulis didirikan pada tahun 1533 Masehi oleh Prabu Surawisesa, putra dari Prabu Siliwangi, sebagai bentuk penghormatan kepada ayahandanya. Batu besar berwarna abu tua itu menjadi simbol duka sekaligus penghormatan atas runtuhnya Kerajaan Pajajaran setelah diserang oleh Kesultanan Banten dan Cirebon. Tulisan yang terukir dengan aksara Sunda Kuno di permukaannya merekam kisah panjang tentang kesetiaan seorang anak kepada leluhurnya dan cinta terhadap tanah Sunda.

Secara fisik, Prasasti Batutulis memiliki tinggi sekitar 151 sentimeter dan lebar 145 sentimeter, terbuat dari batu andesit alami dengan pahatan halus. Di permukaannya terdapat sebelas baris aksara Sunda Kuno yang sebagian besar berisi pujian kepada Prabu Siliwangi dan doa untuk kelestarian negeri Sunda. Berdasarkan penelitian Balai Arkeologi Jawa Barat, isi prasasti juga menyebut nama tokoh spiritual seperti Guru Dewata Prana dan Sang Hyang Dewa Niskala, yang dianggap sebagai pelindung kerajaan.

Penemuan ilmiah pertama terhadap situs ini dicatat oleh arkeolog Belanda N.J. Krom pada awal abad ke-20. Ia menilai Prasasti Batutulis sebagai salah satu bukti tertulis paling penting dalam memahami sistem pemerintahan Sunda Kuno. Kini, prasasti tersebut menjadi objek penelitian berkelanjutan, terutama dalam bidang epigrafi dan arkeologi. Para peneliti terus menelusuri makna simbolik dari setiap aksara yang terukir, untuk memahami nilai-nilai spiritual dan politik masa Pajajaran.

Dalam observasi lapangan, batu ini disimpan di ruang kecil sederhana beralaskan karpet hijau. Warga setempat, termasuk Bapak Firman, telah menjaga situs ini secara turun-temurun selama lebih dari 30 tahun. Menurutnya, prasasti bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan “roh” dari kebanggaan warga Bogor terhadap leluhur Sunda. “Kami menjaganya bukan karena tugas, tapi karena rasa hormat pada sejarah,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menetapkan Prasasti Batutulis sebagai cagar budaya yang wajib dilestarikan. Situs ini juga dijadikan destinasi edukatif bagi pelajar dan peneliti yang ingin mengenal sejarah Sunda secara langsung. Setiap tahunnya, ribuan pengunjung datang, baik untuk berziarah, melakukan penelitian, maupun sekadar mengenang jejak kejayaan Prabu Siliwangi.

Prabu Surawisesa sendiri dikenal sebagai raja yang berjuang mempertahankan Pajajaran di masa transisi kekuasaan abad ke-16. Dalam naskah Carita Parahyangan, ia disebut telah berperang 15 kali untuk melindungi kerajaannya dari ancaman luar. Pendirian Prasasti Batutulis menjadi bentuk pengabdian terakhirnya terhadap sang ayah sekaligus simbol akhir dari kejayaan Pajajaran sebelum kekuasaan beralih ke wilayah pesisir.

Kini, di tengah pesatnya pembangunan Kota Bogor, Prasasti Batutulis tetap menjadi saksi sejarah yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Bagi masyarakat, situs ini bukan hanya batu bertulis, tetapi warisan budaya yang meneguhkan identitas Sunda. Di balik ukiran yang kian menua, tersimpan pesan abadi, bahwa kemajuan sejati berakar dari penghormatan pada sejarah dan leluhur.(RF)

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wisata & Kuliner

IOITE 2026 : Titik Temu Kebutuhan Corporate Outing dan Incentive Travel Perusahaan

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 akan...

Wisata & Kuliner

The Pizza Company Ekspansi ke Luar Mal, Buka Gerai di Karawaci dan Siapkan Promo Rp 1

Tanggerang, Bisnistoday,- ​The Pizza Company melanjutkan langkah ekspansinya di Indonesia. Merek kuliner...

Wisata & Kuliner

Menteri Pariwisata Promosi Wisata Bahari di Monako

Monako, Bisnistoday,- Menteri Pariwisata Indonesia, Widi Wardhana, tampil sebagai pembicara kunci pada...

Barongsai
Wisata & Kuliner

China Juarai Barongsai International Competition 2026 Di Mal Ciputra Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday - Riuh aksi dan ketangkasan barongsai mewarnai Barongsai International Competition...