www.bisnistoday.co.id
Senin , 12 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Presiden Jokowi : Kalau Ada Mafia Tanah Langsung Gebuk
NasionalNASIONAL & POLITIK

Presiden Jokowi : Kalau Ada Mafia Tanah Langsung Gebuk

LAWAN MAFIA TANAH : Presiden dalam sambutannya saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo, Senin (22/8)./setpres
Social Media

SIDOARJO, Binistoday – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan kepada seluruh jajarannya, terutama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk serius dalam memberantas mafia tanah. Menurutnya, mafia tanah hanya akan menyulitkan masyarakat dalam mengurus sertifikat.

“Kalau masih ada mafia yang main-main silakan detik itu juga gebuk. Ini meruwetkan ngurus sertifikat. Tidak bisa kita biarkan rakyat tidak dilayani urus sertifikat, setuju enggak?” ujar Presiden dalam sambutannya saat menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat di Gelora Delta, Kabupaten Sidoarjo, Senin (22/8).

Presiden menuturkan bahwa saat ini khususnya di Jawa Timur masih ada sekitar tujuh juta bidang yang belum memiliki sertifikat. Untuk itu, Kepala Negara mendorong jajaran Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat tanah tersebut.

“Saya sudah perintahkan ke Menteri BPN agar ini terus dipercepat supaya seluruh masyarakat pegang bukti hak kepemilikan tanah yaitu sertifikat,” tambahnya.

Dokumen Penting

Selanjutnya, Presiden Jokowi mengingatkan agar masyarakat menyimpan dengan baik sertifikat tanah yang merupakan dokumen penting berisi informasi hak kepemilikan tanah. Konflik maupun sengketa tanah di daerah di Indonesia, menurut Presiden, masih banyak terjadi dikarenakan masyarakat tidak memegang hak hukum atas tanah tersebut.

“Ini penting, ini adalah bukti hak kepemilikan tanah. Kalau ada yang mengklaim ‘ini tanah saya,’ (tunjukkan) ‘oh bukan, tanah saya, sertifikatnya ada’, (mereka) enggak bisa apa-apa. Ini adalah bukti hak hukum atas tanah,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menjelaskan reformasi yang telah dilakukan pemerintah dalam mengurus sertifikat tanah. Pada tahun 2016, Presiden mulai menargetkan Kementerian ATR/BPN untuk mengeluarkan lebih banyak dari jumlah sertifikat yang dikeluarkan saat itu.

“Saat itu 2016, saya minta buat 5 juta setahun, saya tunggu coba bisa enggak 5 juta, ternyata bisa. Saya naikkan lagi 7 juta, ternyata juga selesai, naikkan lagi 9 juta ternyata juga bisa. Artinya, kalau kita mau itu sebetulnya bisa,” kata Presiden./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Viral Video Dugaan Perundungan di Asrama Mahasiswa Tel-U

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Video dugaan perundungan yang melibatkan mahasiswa senior terhadap mahasiswa...

Jalan Longsor
Nasional

Jalan Tertutup Longsor di Pesisir Selatan Sumbar Mulai Diperbaiki

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pembersihan material longsor yang...

Nasional

Tingkatkan Keselamatan Kapal Penumpang, Kemenhub Terbitkan Pedoman Ekuivalen Alat Penolong Kapal Penumpang dan Kapal Ro-Ro

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan perketat penerapan standar keselamatan...

Nasional

Wamenaker Minta Mahasiswa Bangun Kompetensi, Tak Sekadar Kejar IPK

MAGELANG, Bisnistoday.co.id — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta mahasiswa tidak...