JAKARTA, Bisnistoday- PT KCI selaku pengelola Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek melakukan perubahan rute perjalanan kereta atau switch over baru-baru ini. Switch Over merupakan kegiatan yang akan mengubah system persinyalan yang nantinya akan memengaruhi jalur perjalanan perkeretaapian untuk memudahkan operasional secara teknis oleh perusahaan.
Koordinator KRLmania, Nurcahyo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (29/5), menyampaikan bahwa berdasarkan aspirasi yang mengutarqjan, baik secara offline maupun online di kanal-kanal informasi-komunikasi KRLmania menunjukan mayoritas opini bahwa dalam melaksanakan SO-5 ini, PT KCI perlu memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan dari penumpang/pengguna KRL selama proses transisi ini.
Menurutnya kesiapan dari operator juga menjadi perhatian karena apabila terjadi masalah dalam proses transit maka akan sangat mungkin menyebabkan pengguna KRL akan beralih menggunakan kendaraan pribadi yang akan memberatkan beban transportasi jalan raya.
“Potensi terjadi bottlenecking sangat mungkin terjadi mengingat meskipun Stasiun Manggarai sudah dilengkapi dengan fasilitas lift dan escalator, kedua fasilitas tersebut sering ditemukan tidak beroperasi. ditambah perihal beroperasi atau tidak, kedua fasilitas tersebut belum menjadi bagian dari standar pelayanan minimum yang disusun pada SPM 2019” papar Nurcahyo.
Disisi lain, l.anjut Nurcahyo, letak platform cukup tinggi dan tangga yang ada cukup curam sehingga sangat berat untuk ditempuh manula, orang sakit, dan anak anak. Bilamana rusak, hal ini akan mengakibatkan menurunnya kapasitas transit Stasiun Manggarai dan berakibat penumpukan penumpang.
Nurcahyo menambahkan, selain itu jadwal lintas Bogor dan Bekasi perlu disesuaikan jadwalnya agar transit dapat berjalan dengan lancar yang dibantu dengan feeder mengingat lintas Bogor memiliki okupansi terbanyak yaitu mencapai 60% dari jumlah pengguna KRL yang sebelumnya sudah terbagi dengan baik antara jalur Jakarta Kota dan jalur loop ke Jatinegara via Angke.
Dengan demikian KRLmania mengharapkan dalam operasionalnya PT KCI bisa menerapkan prinsip customer centricity, di mana meskipun sebagai satu satunya penyelenggara transportasi kereta, PT KCI tetap mengutamakan customer experience yang baik, sehingga kenyamanan dan keamanan pengguna KRL harus menjadi prioritas dalam setiap pengambilan kebijakan yang diambil oleh PT Kereta Commuter Indonesia.
“KRLmania mewakili anggota-anggotanya akan terus memberikan masukan kepada pemangku kepentingan,” tuturnya.
Dukung Proyek DDT
Nurcahyo mengatakan, perubahan pola operasi ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan proyek Double Double Track (DDT) yang direncanakan akan selesai di tahun 2023 dan persiapan St.Manggarai sebagai central transit station di tahun 2025. Switch over kali ini merupakan yang ke lima, disebut SO-5 dan dimulai per tanggal 28 Mei 2022 dan terutama mengubah persinyalan di Stasiun Manggarai.
Akibat perubahan ini, lanjutnya, jalur lintas dari Bogor-Nambo hanya akan menuju -Stasiun Jakarta Kota. Artinya dari St.Bogor tidak lagi ada kereta menuju St. Sudirman, St.Angke, dan St. Kp.Bandan. Sedangkan bagi lintas Bekasi-Cikarang, jalurnya akan memutari stasiun stasiun di Jakarta dari dua arah (pola A dan B) yang disebut full racket loop.
Sebagai Pola A : st.Cikarang. Cikarang/Bekasi – Jatinegara – Manggarai – Kampung Bandan – Pasar Senen – Jatinegara – Bekasi/Cikarang. Sedangkan Pola B : memutari dari arah sebaliknya yaitu dari Cikarang/Bekasi – Jatinegara – Pasar Senen – Kampung Bandan – Manggarai – Jatinegara – Bekasi/Cikarang). Ditambah satu rute lagi yang hanya setengah memutar, disebut half racket loop yaitu dari . Cikarang/Bekasi – Jatinegara – Manggarai – Tanah Abang – Angke (PP).
Nurcahyo berpendapat, pubahan ini akan mengganggu pergerakan penglaju yang terbiasa menggunakan KRL sebagai moda transportasi sehari-hari. Sebagai contoh pengguna lintas Bogor saat ini akan berhenti di jalur layang di lantai 3 manggarai (peron 11,12, dan 13) yang tadinya bisa langsung menuju Angke akan harus transit ke Jalur lintas Bekasi di lantai 1. Atau sebaliknya pengguna Jalur Bekasi akan harus pindah ke lantai 3 dari lantai 1 apabila ingin berpindah jalur lintasan.
Selain itu, konsep ideal dalam transportasi public adalah mengurangi transit, bukannya menambah transit penumpang seperti yang terjadi pada SO-5 ini./







































