www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home METRO Kilas Metro Puluhan Massa Laporkan Dugaan Penyimpangan Pengadaan Badan Gizi Nasional
Kilas Metro

Puluhan Massa Laporkan Dugaan Penyimpangan Pengadaan Badan Gizi Nasional

Aksi Massa depan KPK
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Puluhan massa yang mengatasnamakan Solidaritas Masyarakat untuk Keadilan (SMUK) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/5). Aksi masa diikuti dengan pelaporan mengenai dugaan skandal pengadaan barang dan jasa di Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun Anggaran 2025.

Ketua Umum SMUK, Ahmad Zaki, menegaskan bahwa laporan ini merupakan bentuk keseriusan masyarakat sipil dalam mengawal penggunaan anggaran negara, khususnya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyentuh kepentingan langsung masyarakat.

“Kami menemukan indikasi kuat adanya praktik yang tidak wajar dalam pengadaan di BGN. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi sudah mengarah pada dugaan penyalahgunaan wewenang yang harus diusut tuntas,” ujar Ahmad Zaki dalam keteranganya di Jakarta, Senin (4/5).

Melalui keteranganya, SMUK menyoroti besarnya anggaran pengadaan BGN yang mencapai Rp71 triliun, serta menemukan sejumlah indikasi kejanggalan dalam pelaksanaan berbagai proyek yang diduga tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Sejumlah proyek yang menjadi sorotan, Menurut Ahmad Zaki, antara lain pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan nilai mencapai Rp897 miliar hingga indikasi pembengkakan lebih dari Rp1 triliun, proyek sistem informasi dan teknologi (IT/IoT) senilai Rp600 miliar untuk durasi operasional yang sangat terbatas, serta pengadaan jasa event organizer (EO) yang mencapai Rp113 miliar.

Selain itu, terdapat pula pengadaan barang yang dinilai tidak prioritas seperti semir sepatu, kaos kaki, hingga biaya sewa Zoom meeting selama 9 bulan yang mencapai Rp5,7 miliar.

SMUK mendesak KPK untuk segera melakukan audit investigatif terhadap seluruh paket pengadaan di BGN, memanggil pimpinan lembaga tersebut, serta menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara penyedia jasa dengan pihak internal.

“Anggaran sebesar ini tidak boleh dikelola secara serampangan. Kami meminta KPK bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam menindaklanjuti laporan ini,” tambahnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bareskrim
Kilas Metro

Gerebek Operator Judol di Perkantoran Hayam Wuruk, Polisi Sita Rp1,9 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri)...

DIrut PT KAI
Kilas Metro

PT KAI Ungkapkan Duka Mendalam Terhadap Korban Kecelakaan KRL dan Argobromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur

JAKARTA, Bisnistoday - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan belasungkawa kepada korban...

Kilas Metro

Pererat Silaturahmi,  Prajurit Kodim 0501/Jakarta Pusat Gelar Halal Bihalal

JAKARTA, Bisnistoday- Kodim 0501/Jakarta Pusat menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai momentum memperkuat...

Kilas Metro

Mahasiswa Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Beasiswa Rp13 Miliar di UMI Makassar

JAKARTA, Bisnistoday- Aksi massa dari Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pendidikan menggelar...