www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rencana Kenaikan BBM Jadi Sentimen Negatif, IHSG Pun Melemah
BursaBURSA & KORPORASI

Rencana Kenaikan BBM Jadi Sentimen Negatif, IHSG Pun Melemah

IHSG KEMBALI MELEMAH:
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Di tengah penguatan busa saham regional Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (25/8) malah ditutup menurun. Wacana kenaikan harga bahan bakar bersubsidi (BBM) menjadi sentimen negatif pelaku pasar.

IHSG pun ditutup melemah 20,5 poin ke posisi 7.174,21. Sementara indeks LQ45 turun 5,12 poin ke posisi 1.021,48.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Kamis (25/80) menyebutkan, usai keputusan pengetatan moneter BI, yield obligasi acuan mengalami penurunan ke level 7 persen. Tampaknya pasar saham telah merespons kebijakan tersebut yang tercermin dari penguatan harga pada pasar obligasi. Hal ini yang turut mempengaruhi laju IHSG dimana pasar sudah mulai mengalihkan asetnya ke instrumen yang lebih aman.

Di samping itu rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memberikan efek berganda kepada masyarakat pun sudah mulai membuat para buruh menyuarakan penolakan, yang bisa menimbulkan demonstrasi hingga dikhawatirkan berpengaruh terhadap pergerakan IHSG.

Di sisi lain bursa Asia mengalami penguatan jelang simposium Jackson Hole AS dan China yang menambah paket stimulus baru sebesar 1 triliun yuan untuk menyelematkan ekonominya.

Bursa Hong Kong pun terlihat optimistis setelah perdagangannya mengalami suspensi imbas peringatan badai topan.

Demikian pula, bank sentral Jepang yang akan menjaga kebijakan ultra longgar di tengah bank sentral yang secara agresif telah menaikkan suku bunganya, termasuk Bank Indonesia yang telah bergabung dengan 70 negara yang menaikkan suku bunga.

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat namun kemudian kembali lagi ke zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi 1,61 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor teknologi masing-masing naik 0,21 persen dan 0,12 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dengan sektor kesehatan turun paling dalam 0,75 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur masing-masing turun 0,54 persen dan 0,52 persen.

Sepanjang hari ini saham-saham LQ45 yang mendominasi penguatan yaitu BBCA, UNTR, PGAS, EMTK, dan BUKA. Sedangkan saham-saham yang mendominasi pelemahan yakni TLKM, GOTO, BBRI, ASII, dan BMRI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.221.759 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,22 miliar lembar saham senilai Rp13,17 triliun. Sebanyak 222 saham naik, 290 saham menurun, dan 186 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 165,54 poin atau 0,58 persen ke 28.479,01, Indeks Hang Seng naik 699,64 poin atau 3,63 persen ke 19.968,38, dan Indeks Straits Times meningkat 16,09 poin atau 0,5 persen ke 3.249,57./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...