JAKARTA, Bisnistoday – Sejumlah pakar pertanian mengaku optimistis ketersediaan pangan pada tahun resesi ekonomi dunia tercukupi. Kendati demikian, pemerintah mesti mendorong upaya diversifikasi pangan serta dukungan peningkatan produktifitas pangan.
Menurut, Muhammad Saifulloh, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementrian Koordinator Perekonomian RI, indeks ketahanan pangan Indonesia meningkat. Peringkat ketahanan pangan Indonesia menurut GSFI meningkat dari skor 59,2 di tahun 2021 menjadi 60,2 di tahun 2022. Secara peringkat juga terjadi peningkatan dari posisi ke 69 (2021) menjadi ke 63 (2022) dari 113 negara. Ini, terjadi ditengah pandemi Covid-19, krisis pangan, dan energi.
“Pencapaian tersebut tidak lepas dari upaya Kementan melalui peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan local, penguatan dadangan dan sistem logistik pangan, pengembangan pertanian modern, dan gerakan tiga kali ekspor,” tutur M Saifulloh.
Hal lain, menurutnya, untuk masa depan pertanian yakni membangun balancing trade and food meski ada perang rusia ukraina tetap tidak boleh ada hambatan akses pangan, termasuk gas untuk pupuk. Namun perlu pengembangan bahan baku subsitusi pangan, seperti sagu, ketela hingga sorgum.
Sementara, M. Habibullah, M.Si, Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa sektor pertanian memiliki posisi di 3 terbesar dalam menopang ekonomi Indonesia dengan kontribusi 12,91% dan menyerap 28,61% tenaga kerja nasional.
“Meski begitu, aging farmer menjadi persoalan, dari sisi umur petani berada di atas usia 45 tahun. Selain itu, sebanyak 58,07% adalah petani gurem (< 0,5 Ha). Persentase petani yang menggunakan internet hanya 13,44%. Dari penggunaan mekanisasi ini hanya 47,29%. Dari sisi perdagangan, ekspor kita tidak lebih besar dari impor,” terangnya.
Indonesia menempati posisi ke-4 penghasil beras sekaligus pengkonsumsi besar di dunia. Di Indonesia, stok akhir beras tahun ini dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri selama 1-3 bulan. Jika dibandingkan dengan cina, beras di cina bertahan sampai 8 bulan. Luas panen padi di tahun 2022 meningkat 0,13 juta ha (1,22%) dan produksi padi meningkat sebanyak 0,94 jutaton(1,74%)sertaproduksiberastumbuh0,54jutaton(1,74%).
SebelumnyapadaJanuari- Oktober 2022, terjadi surplus beras sebesar 3,45 juta ton namun November Desember 2022 terjadi deficit -1,75 juta ton. Sehingga surplus beras nasional 2022, potensinya adalah 1,7 juta ton yang terlihat dari pada pantauan Oktober 2022. Sumbangan surplus beras terbesar berasal dari Propinsi Sulawesi Selatan 2,08 juta ton.
Antisipasi ‘Volatile Food’
Hermanto Siregar, Guru Besar Institut Pertanian Bogor sekaligus Rektor Perbanas mengatakan sektor pertanian tahun 2023 menghadapi tantangan, pertama, inflasi tinggi ini disebabkan volatile food namun jika komoditas volatile food ini ditingkatkan produksinya maka tekanan inflasi bisa berkurang.
“Kedua, kemiskinan tinggi di pedesaan yang identik pertanian sehingga perlu diintervensi pada sektor pertanian agar kemiskinan di pedesaan bisa ditekan. Ketiga, ada anggapan jika belum makan nasi maka belum makan sehingga perlu adanya diversifikasi pangan di masyarakat,” tuturnya.
Karena itu, menurut Hermanto, teknologi adalah solusi dari persoalan sekarang ini, termasuk inflasi karena produktivitas yang meningkat membuat produksi akan meningkat sehingga inflasi volatile food akan turun. “Kenaikan Volatile food seperti cabai ini musiman, kunci untuk mengatasinya bisa menggunakan teknologi salah satunya dengan rumah kaca.Kita jadi bisa lebih mengontrol masa tanam,” menurutnya.
Sementara, terkait distribusi dan logistik jangan hanya ditangani oleh satu lembaga saja tetapi dapat meminta partisipasi swasta. Tetapi, yang telah ada saat ini sudah baik namun kedepan dengan adanya partisipasi swasta dapat meningkatkan efisiensi.
“Sektor pertanian tahun 2023, bagi Indonesia setiap bulan dapat melakukan penanaman sehingga produksi yang ada harus ditingkatkan lagi, baik lahan, bibit dan pupuk. Ekspor akan meningkat dan semuanya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” paparnya./
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)
























