www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Rupiah Melemah ke Posisi Rp15.633 per Dolar AS
BursaBURSA & KORPORASI

Rupiah Melemah ke Posisi Rp15.633 per Dolar AS

rupiah melemah
Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (25/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (6/01) ditutup melemah 16 poin ke posisi Rp15.633 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya yang bera di posisi Rp15.617 per dolar AS. Pelemahan seiring dengan pelaku pasar yang mewaspadai data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal dalam kajiannya, Jumat (6/12) menyebutkan, pada perdagangan hari ini pelaku pasar terlihat mewaspadai rilis data tenaga ker aAS yang cenderung optimistis.

Pelaku pasar tampak mewaspadai data ketenagakerjaan non pertanian atau non-farm payroll (NFP) AS yang diperkirakan akan sedikit menurun pada Desember, yang mengindikasikan mulai melambatnya pasar tenaga kerja setelah serangkaian kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS The Federal Reserve pada 2022.

Baca juga: Investor Cenderung Hindari Risiko, Rupiah Melemah

Namun, ada kecemasan di kalangan investor bahwa sinyal ketahanan di pasar tenaga kerja akan memberi ruang yang cukup untuk The Fed untuk bergerak lebih hawkish (rejim suku bunga tinggi).

Sinyal tersebut tercermin dalam rilis data tenaga kerja AS yang dirilis semalam. Data tenaga kerja untuk sektor swasta yang dirilis oleh ADP menunjukkan para pengusaha menambah 235.000 tenaga kerja baru pada periode Desember 2022, lebih tinggi dari estimasi untuk penambahan 152.000 tenaga kerja dan juga dari periode sebelumnya yang direvisi lebih tinggi untuk tumbuh 182.000 tenaga kerja.

Selain itu, untuk jumlah klaim tunjangan pengangguran juga menunjukkan penurunan menjadi 204.000 klaim, lebih rendah dari estimasi untuk 225.000 klaim dan periode sebelumnya 223.000 klaim.

Baru-baru ini, The Fed memberi sinyal bahwa bank sentral kemungkinan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga pada 2023, setelah serangkaian kenaikan besar pada 2022.

Namun, pembuat kebijakan The Fed mengindikasikan bahwa mereka kemungkinan akan mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, dengan membatasi pergerakan inflasi yang menjadi fokus mereka.

Hal itu telah menimbulkan banyak ketidakpastian tentang di mana tepatnya suku bunga AS akan mencapai puncaknya, mengingat inflasi masih jauh di atas target The Fed di level 2 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.621 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.621 per dolar AS hingga Rp15.643 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.635 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.610 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...