JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (5/01) ditutup melemah 32 poin ke posisi Rp15.617 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya yang
Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar kali ini dipengaruhi oleh sentimen risk off domestik dengan terjadi sell off di bursa efek, bertolak belakang dengan bursa lainnya di Asia yang hampir moyoritas positif.
Risk off adalah kondisi di mana investor lebih cenderung untuk menghindari risiko. Sebaliknya risk on adalah kondisi di mana pelaku pasar memilih untuk mengambil risiko.
Baca juga: Rupiah Melemah Dipicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global
Menurut Chief Analyst DCFX Futures, Lukman Leong di Jakarta, Kamis (5/01) rencana China untuk mengakhiri larangan impor batu bara dari Australia berpotensi menurunkan pendapatan ekspor Indonesia. “Terlebih perlambatan global diperkirakan akan menekan harga komoditas, terutama energi,” ujarnya.
China telah melonggarkan sebagian larangan tidak resmi atas impor batu bara Australia. China mengizinkan tiga utilitas yang didukung pemerintah pusat dan pembuat baja utamanya untuk melanjutkan impor batu bara dari Australia.
Beijing sebelumnya memberlakukan larangan tidak resmi perdagangan batu bara dengan Canberra pada 2020 lalu.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.584 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.582 per dolar AS hingga Rp15.625 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp15.610 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.615 per dolar AS./










































