JAKARTA, Bisnistoday- Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dinilai bisa menjadi pilihan menarik bagi investor. Bank hasil merger tiga bank BUMN Syariah ini resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 1 Februari 2021.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk juga merupakan perusahaan tercatat di BEI dengan kode saham BRIS. Bank ini merukan hasil merger tiga bank BUMN Syariah yakni PT Bank Mandiri Syariah (BSM), PT Bank BRI Syariah Tbk, dan PT BNI Syariah.
“Dengan pembentukan PT Bank Syariah Indonesia ini, saham BRIS akan menjadi pilihan investasi yang sangat menarik bagi investor,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi saat pembukaan perdagangan BEI dalam rangka pengenalan nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Jakarta, Kamis (4/2).
Menurut Inarno, kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi momen yang bersejarah di industri perbankan syariah.
Penggabungan kekuatan ketiga bank syariah milik negara tersebut, lanjut Inarno, tentunya menjadikan BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan fundamental yang kuat serta nilai aset yang besar dan berdaya saing global.
“Kehadiran Bank Syariah Indonesia tentunya memberikan harapan yang besar dalam mendorong kemajuan dan keuangan syariah nasional termasuk penguatan aset dan kapitalisasi dalam industri pasar modal syariah indonesia,” kata Inarno.
Inarno mengatakan, selama lima tahun terakhir pasar modal syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif di mana jumlah saham syariah mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 33 persen dari 318 saham syariah di akhir 2015 menjadi 426 saham syariah per 22 Januari 2021, atau sekitar 60 persen dari total saham tercatat di BEI dengan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 3.500 triliun atau sekitar 47,5 persen dari total kapitalisasi pasar saham BEI.
IHSG Menguat
Sementara itu, pada perdagangan sahan di BEI, Kamis (4/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 29,47 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.107,22. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,44 poin atau 0,9 persen ke posisi 949,3.
“Dari internasional, market mengapresiasi kinerja laporan keuangan beberapa emiten yang masih bagus. Pemulihan ekonomi global juga diapresiasi para pelaku pasar,” kata analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji./








































