JAKARTA, Bisnistoday – Sektor minyak dan gas bumi (migas) merupakan sektor perting sebagai mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sesuai tujuan pemeritah baru, yakni kemandiran energi dan pangan nasional.
“Sektor energi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam medukung ketahanan energi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) turut mendukung target produksi nasional sektor migas,” ungkap Manajer Communications Relations & CID, PT PHR Regional I, Sumatera, Iwan Ridwan Faisal, di Jakarta, Kamis (21/11).
Kedepan, Ia mengutarakan, hasil produksi sektor migas tidak hanya untuk kebutuhan transportasi tetapi juga lebih diutamakan untuk dimanfaatkan untuk mendukung sektor industri dan lainnya. “Pengembagan industri, misalnya melalui dukungan pasokan kilang untuk bahan bakar, menjadi penting.”
Ridwan menuturkan, dalam data Kementerian ESDM, sebanyak 64,31 persen kebutuhan utuk dalam negeri dengan kapasitas sekitar 5.734 ribu BBTUD, dan sektiar 27 persen diantaranhya untuk sektor industri. Sedangkann sisanya untuk kebutuhan pupuk serta listrik dan kebutuhan lainnya.
Sedangkan, tambah Ridwan, cadangan migas nasional cukup besar, seperti di laut Andaman, Aceh, memiliki potensi sektiar 110 MMSCFD. “Cadangan migas ini, sebagai pendorong, industri pangan, sehingga sektor migas menjadi motor penting penggerak ekonomi nasional untuk dimanfaatkan kebutuhan dalam negeri.”/



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















