www.bisnistoday.co.id
Jumat , 18 September 2026
Home EKONOMI Energi GI Jampang Kulon Beroperasi Lagi, Potensi Ekonomi Selatan Sukabumi Kian Terbuka
Energi

GI Jampang Kulon Beroperasi Lagi, Potensi Ekonomi Selatan Sukabumi Kian Terbuka

PLN Icon Plus
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Kembali beroperasinya Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kV dinilai membuka peluang lebih besar bagi pengembangan ekonomi di wilayah Selatan Sukabumi. Penguatan infrastruktur kelistrikan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, industri, investasi, perikanan, pertanian, pariwisata hingga ekonomi digital.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasim Adnan, S.Ag, mengatakan listrik saat ini tidak lagi sekadar menjadi kebutuhan dasar rumah tangga, melainkan telah menjadi bagian penting dari infrastruktur ekonomi.

Menurutnya, pertumbuhan suatu daerah membutuhkan dukungan konektivitas, energi, dan sumber daya manusia. Ketiganya perlu dibangun secara terintegrasi agar pembangunan infrastruktur dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sistem kelistrikan yang tangguh menentukan apakah sebuah usaha bisa berproduksi secara konsisten atau tidak,” ujar Hasim.

Ia menyebut berbagai sektor, mulai dari UMKM, industri, rumah sakit, sekolah, cold storage, perhotelan, pusat perdagangan hingga sektor digital, membutuhkan pasokan listrik yang stabil.

Karena itu, pembangunan infrastruktur kelistrikan di Selatan Sukabumi dinilai dapat menjadi investasi jangka panjang untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Hasim mengapresiasi langkah PLN yang kembali mengoperasikan GI Jampang Kulon 150 kV pada 27 Agustus 2026. Berdasarkan data yang disampaikannya, gardu induk tersebut memiliki kapasitas 1×60 MVA dan terhubung dengan jaringan transmisi sekitar 56,96 kilometer melalui 88 tower.

PLN juga menyiapkan empat jalur penyulang untuk mendukung penyaluran listrik kepada pelanggan.

Menurut Hasim, beroperasinya GI Jampang Kulon merupakan perkembangan positif bagi wilayah Jampang Kulon dan kawasan Pajampangan secara keseluruhan. Namun, pengoperasian gardu induk bukan menjadi akhir dari penguatan infrastruktur kelistrikan.

“Jangan cuma berpikir listrik sudah masuk, tetapi harus berpikir apakah pasokan listriknya cukup, stabil, dan siap untuk pertumbuhan ekonomi,” ujar Hasim.

Penguatan selanjutnya perlu diarahkan pada kesiapan jaringan distribusi, kapasitas listrik, pengurangan gangguan, serta kecepatan penanganan apabila terjadi gangguan.

Membuka Peluang Investasi

Keandalan listrik dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pelaku usaha di Selatan Sukabumi. Hasim mencontohkan UMKM pengolahan ikan yang membutuhkan freezer dan cold storage untuk menjaga kualitas produk.

Jika pasokan listrik tidak stabil, produk yang membutuhkan penyimpanan dalam suhu tertentu berisiko mengalami kerusakan. Hal serupa terjadi pada industri pengolahan yang menggunakan mesin dalam waktu panjang.

Dengan listrik yang lebih stabil, pelaku usaha memiliki peluang meningkatkan penggunaan teknologi dan mesin sehingga kapasitas produksi dapat bertambah dan kualitas produk lebih konsisten.

Namun, Hasim menekankan penguatan listrik perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Pelatihan digital, akses pembiayaan, penguatan UMKM, serta pengembangan sentra produksi diperlukan agar masyarakat dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut secara optimal.

Ketersediaan listrik yang andal juga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem investasi. Investor tidak hanya mempertimbangkan apakah listrik tersedia, tetapi juga kapasitas, kestabilan pasokan, jaringan transmisi, dan kemampuan infrastruktur memenuhi kebutuhan ketika usaha berkembang.

Karena itu, Hasim melihat beroperasinya kembali GI Jampang Kulon sebagai salah satu modal untuk mempersiapkan Selatan Sukabumi menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

Namun, menurutnya, listrik tidak dapat berdiri sendiri. Pemerintah daerah perlu menyiapkan jalan, air, internet, kawasan usaha, kepastian perizinan, serta sumber daya manusia.

“Siapapun investornya, dia membutuhkan ekosistem, bukan satu infrastruktur saja,” ujarnya.

Potensi Perikanan hingga Ekonomi Digital

Penguatan kelistrikan juga berpotensi mendukung berbagai sektor unggulan di Selatan Sukabumi. Di sektor perikanan, listrik dapat digunakan untuk cold storage, mesin es, pengolahan hasil tangkapan, pengemasan, dan distribusi.

Sementara di sektor pertanian, listrik dapat mendukung irigasi, pompa air, pengolahan hasil pertanian, pengeringan, penggilingan hingga penerapan teknologi pertanian.

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga berpeluang berkembang karena berbagai fasilitas seperti hotel, restoran, homestay, dan pusat kuliner membutuhkan pasokan listrik yang andal.

Selain itu, listrik dan konektivitas internet yang baik dapat membuka ruang bagi berkembangnya ekonomi digital. Dengan begitu, masyarakat dan generasi muda di Selatan Sukabumi memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha tanpa harus selalu berpindah ke kota besar.

Hasim menilai penguatan infrastruktur kelistrikan juga berkaitan dengan pemerataan pembangunan. Selama ini, aktivitas ekonomi, investasi, dan lapangan pekerjaan cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Penguatan listrik di wilayah Selatan Sukabumi diharapkan dapat mendekatkan aktivitas ekonomi dengan sumber daya dan masyarakat setempat.

Ke depan, ia mendorong PLN bersama pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan kelistrikan terintegrasi dengan perencanaan ekonomi wilayah.

“Listrik yang andal harus kita ubah menjadi energi ekonomi,” kata Hasim.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur kelistrikan pada akhirnya tidak hanya diukur dari tersedianya sambungan listrik, tetapi juga dari kemampuannya mendorong investasi, mengembangkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Selatan Sukabumi.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Energi

Pengamat Ungkap Strategi Percepat Transisi Energi Indonesia: PLTS hingga Smart Grid

BANDUNG, Bisnistoday - Percepatan transisi energi menjadi salah satu tantangan penting dalam...

EKONOMIEnergi

Listrik Jampang Sukabumi Belum Merata, DPRD Jabar Dorong Akses hingga Pedalaman

BANDUNG, Bisnistoday – Infrastruktur kelistrikan di wilayah Jampang, Kabupaten Sukabumi, mulai menunjukkan...

Energi

SKK Migas Resmikan Fasilitas Overhaul dan Pembangunan Engine Solar Turbines Taurus™ 60 Single Shaft Pertama di Asia

JAKARTA, Bisnistoday — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan...

Ahmah Yani
Energi

Ahmad Yani Terpilih sebagai Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX:...