JAKARTA, Bisnistoday – Kabar duka menyelimuti dunia ekonomi dan politik Indonesia, atas meninggalnya Kwik Kian Gie pada Senin (28/7) malam. Mantan Menko Ekoin 1999-2000, zaman Presiden Gus Dur ini, wafat di usia 90 tahun. Kabar wafatnya Kwik Kian Gie diketahui media melalui aku X Sandiaga S Uno yang juga mantan Menparekraf.
“Selamat jalan Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka,” tulis Sandiaga melalui akun X, Selasa(29/7).
Kwik dikabarkan wafat usia 90 tahun yang lahir 11 Januari 1935 di Pati, Jawa Tengah. Seperti diketahui masyarakat, bahwa Kwik merupakan ahli ekonomi sekaligus sebagai politikus senior PDI Perjuangan, keturunan Tionghaoa, dengan nama Guo Jianyi.
Selama karienya di pemerintahan, selain pernah menjabat sebagai Menko Perekonomi, Kwik pernah lama menduduki jabagan sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas (2001-2004). Bahwa Kwik juga pernah menempati posisi Kepala BPPN saat tahun 2004.
Selain menggeluti pemerintahan, mendiang Kwik juga mengingatkan masyarakat tentang sejarahnya sebagai akamisi, dunia usaha maupun pendidikan pada umumnya. Karya Kwik sebagai ekonomi pernah dikenal luas dengan kritiknya tehadap ekonom orde baru yang cukup tajam dan kritis. Kwik memperlihatkan keberpihakannya terhadap ekonomi wong cilik melalui artikel-artikelnya.
Didunia pendidikan sosok Kwik Kian Gie, dikenal ketika mendirikan sekolah Master of Businees Administration (MBA) pertama di INdoneia. Kemudian juga dikembangkan lembaga Institute Prasetya Mulya, serta dirinya juga bersama rekannya mendirikan Institut Bisnis Indonesia (IBI) yang kini berganti nama Kwik Kian Gie School of Business di Jakarta./



