www.bisnistoday.co.id
Jumat , 14 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS Pemerintah Meyakini Pertumbuhan Ekonomi Tembus Diatas 5%
HEADLINE NEWS

Pemerintah Meyakini Pertumbuhan Ekonomi Tembus Diatas 5%

Rapat KSSK
PAPARAN Hasil Rapat KSSK./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 bertahan diatas 5%.

Hal tersebut diungkapkan KSSK dari hasil pertemuan rapat yang digelar pada 25 Juli 2025 baru-baru ini. “Ekonomi Indonesia tahun 2025 diproyeksikan masih akan tumbuh di sekitar 5 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan, bahwa setiap instansi akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kombinasi kebijakan yang ada dalam kewenangan KSSK. Ia menyebutkan seperti penjajakan potensi kerja sama aktif, baik kerjasama bilateral maupun multilateral.

Menkeu ini memperkirakan bahwa hasil negosiasi pemerintah Indonesia sebagai antisipasi kebijakan tarif perdagangan negara tujuan ekspor Amerika Serikat (AS) akan menstimulus terahdap sejumlah sektor ekonomi di Indonesia.

Menurutnya, tarif resiprokal yang turun dari 32 persen menjadi 19 persen, misalnya, diperkirakan berdampak positif terhadap sektor padat karya, seperti tekstil, alas kaki dan furnitur. Selain itu, tarif impor 0 persen untuk produk AS diprediksi dapat mendorong harga produk minyak dan gas (migas) dan pangan Indonesia menjadi lebih menguntungkan.

Kendati begitu, lanjut Sri Mulyani menjelaskan, KSSK juga terus mencermati perkembangan rambatan risiko global, termasuk dampak terhadap kinerja sektor manufaktur. PMI Manufaktur Indonesia yang terkontraksi ke posisi 46,9 pada Juni 2025 akan menjadi perhatian.

Disisi lain, lanjut Sri Mulyani, bahwa KSSK juga mendorong peranan sektor swasta sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Dukungan terhadap swasta akan dilakukan melalui kebijakan dan percepatan deregulasi, termasuk mendorong peranan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang makin optimal.

“Berbagai perkembangan dan kondisi strategi kebijakan akan terus ditingkatkan untuk mendorong multiplier effect (efek berganda) yang lebih besar,” paparnya./ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Asosissi Jalan Tol
HEADLINE NEWS

Penyesuaian Regulasi Dinilai Penting Dalam Mendukung Investasi Jalan Tol

JAKARTA, Bisnistoday – Investasi jalan tol di Indonesia memerlukan dukungan kepastian regulasi...

Otomotif
HEADLINE NEWS

Toyota Pastikan Indonesia Tetap Sebagai ‘Supply Hub’ Ekspor Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto saat bertemu dengan...

Rully Arya Wisnubroto
HEADLINE NEWS

Tak Sekedar Saham Terindeks, Mirae Asset Sekuritas Soroti Arah Keputusan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai perhatian investor menjelang...