www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 2 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Semen Merah Putih Perkuat Green Cement, Strategi Bertahan di Tengah Oversupply Industri
Ekonomi & Bisnis

Semen Merah Putih Perkuat Green Cement, Strategi Bertahan di Tengah Oversupply Industri

Semen Merah Putih
SEMEN Merah Putih membagi praktik keberlanjutan ke dalam empat pilar utama: process, product, people, dan planet./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah tekanan berat industri semen nasional yang masih dibayangi oversupply struktural dan perlambatan proyek konstruksi, PT Cemindo Gemilang Tbk melalui merek Semen Merah Putih memilih jalur berbeda: menjadikan keberlanjutan dan green cement sebagai fondasi utama strategi bisnis.

Langkah ini diambil saat utilisasi kapasitas industri semen nasional pada 2025 masih tertahan di kisaran 54 persen, dengan kelebihan pasokan lebih dari 56 juta ton. Kondisi tersebut memaksa pelaku industri tidak lagi sekadar bersaing harga, tetapi mengandalkan efisiensi, inovasi produk, dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang kian ketat.

Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi agenda kosmetik.“Sustainability kami posisikan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini, bukan sekadar inisiatif tambahan,” ujarnya.

Semen Merah Putih membagi praktik keberlanjutan ke dalam empat pilar utama: process, product, people, dan planet, dengan tujuan memastikan efisiensi operasional tetap sejalan dengan kualitas produk dan kebutuhan pembangunan nasional.

Kinerja Positif di Tengah Pasar Melambat

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Saat penjualan semen domestik nasional sepanjang 2024–2025 justru turun sekitar 1,5 persen, Semen Merah Putih mencatat pertumbuhan sekitar 4,2 persen di area relevan pada 2025.

Sebagai catatan, total penjualan semen domestik nasional turun dari 64,95 juta ton pada 2024 menjadi 63,85 juta ton pada 2025, seiring melambatnya proyek infrastruktur, termasuk tertundanya sejumlah proyek strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN). Penurunan terjadi hampir di seluruh wilayah, kecuali Indonesia bagian timur yang masih mencatat pertumbuhan.

Efisiensi Energi Jadi Kunci Ketahanan

Di sisi operasional, Cemindo Gemilang mengandalkan Waste Heat Recovery System (WHRS) dengan kapasitas 2 x 15 MW di Indonesia dan 13 MW di Vietnam. Sistem ini mampu menyuplai sekitar 24 persen kebutuhan energi produksi klinker dan menurunkan emisi hingga 100 ribu ton CO₂ per tahun.

Sepanjang periode 2016–2024, intensitas emisi karbon perusahaan berhasil ditekan hingga 21 persen per ton semen, didukung optimalisasi premix, efisiensi energi, serta pemanfaatan bahan baku alternatif seperti fly ash lokal.

Efisiensi juga merambah sektor logistik. Penggunaan 17 truk listrik di area tambang dan 23 forklift listrikberkontribusi menekan emisi sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun.

Tak berhenti di situ, perusahaan juga mengembangkan inovasi MPTree, teknologi penyerapan karbon berbasis mikroalga yang saat ini diuji coba di pabrik Jatiasih dan disiapkan untuk implementasi di ruang publik.

Green Cement Dorong Pertumbuhan Produk

Pendekatan keberlanjutan diterjemahkan langsung ke dalam portofolio produk. Semen Merah Putih mengembangkan berbagai varian green cement seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield, yang memiliki jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan performa konstruksi.

Saat ini, 81 persen portofolio produk Semen Merah Putih merupakan non-OPC, lebih tinggi dari rata-rata industri nasional yang berada di kisaran 71 persen. Seluruh produk telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia (GBCI), dengan mayoritas meraih peringkat Platinum.

Produk hydraulic cement seperti FLEXIPLUS bahkan mencatat lonjakan pertumbuhan hingga 636,5 persen pada 2025, dan ditargetkan tumbuh 20,7 persen pada 2026, seiring meningkatnya permintaan material konstruksi ramah lingkungan.

General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menilai transisi ini tak terelakkan.“Material konstruksi berkelanjutan kini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan industri,” katanya.

Pemerintah Dorong Industri Hijau Berdaya Saing

Pemerintah memandang langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Apit Pria Nugraha, menyebut 2026 sebagai fase krusial transformasi industri hijau.

“Keberlanjutan tidak boleh mengorbankan daya saing. Inovasi yang aplikatif menjadi kunci agar industri hijau berdampak nyata,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi perumahan, pemerintah menilai kualitas bangunan menjadi tantangan utama, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan perkotaan. Urbanisasi tinggi masih menyisakan backlog perumahan yang besar dan membutuhkan material bangunan yang efisien, kuat, dan berkelanjutan.

Memasuki usia 15 tahun, Cemindo Gemilang memperluas pilar people melalui pengembangan Mandor Pintar Institute, specifier roadshow, hingga program apresiasi bagi pekerja, distributor, dan komunitas konstruksi.Menurut Oza, transformasi industri hanya bisa berjalan melalui kolaborasi.“Keberlanjutan bukan hanya soal teknologi, tapi membangun ekosistem jangka panjang yang relevan dengan arah pembangunan nasional,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Dirjen Intram
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Biaya Logistik Masih Tinggi, Kemenhub Genjot Multimoda dan Digitalisasi

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda...

Dirut Jasa Marga
Ekonomi & Bisnis

Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mengawali tahun 2026...

Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo
Ekonomi & Bisnis

Percepat Realisasi PSR, RSI Usul Pemberdayaan Petani Sawit

JAKARTA - Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto mengusulkan sejumlah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Regulasi Respon Tingginya Biaya Platform Belanja Online

JAKARTA, Bisnis today — Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti tingginya beban biaya...