JAKARTA, Bisnistoday- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (27/4) kembali lesu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 5,2 poin ke posisi 5.959,62, sementara indeks LQ-45 turun 0,83 poin ke posisi 891,35.
Analis Bina Artha Sekuritas, Mino di Jakarta, Selasa (27/4) mengatakan, pada perdagangan hari ini pelaku pasar masih menunggu pengumuman The Fed dalam rangka menetapkan suku bunga acuan.
Selain itu, pergerakan IHSG juga dipengarui sentimen negatif tentang kenaikan kasus Covid-19 baik di Indonesia maupun secara global. Disamping itu, juga masih minimnya data makroekonmi global maupun domestik yang mampu memberikan dampak positif terhadap pasar.
Dibuka menguat, IHSG mayoritas berada di zona hijau pada sesi pertama. Pada sesi kedua IHSG terkoreksi dan terus berada di zona merah hingga akhir perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dimana sektor perindustrian turun paling dalam yaitu minus 2,31 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor infrastruktur masing-masing minus 1,5 persen dan minus 0,8 persen.
Sedangkan lima sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 2,81 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor properti masing-masing 1,37 persen dan 0,91 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” sebesar Rp74,67 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 855.176 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,09 miliar lembar saham senilai Rp9,77 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 300 saham menurun, dan 141 saham tidak bergerak nilainya./


