LHOKSEUMAWE, Bisnistoday- Setahun dikelola PT Pema Global Energi ( PGE), Wilayah Kerja (WK) B ssmakin efisien. Hal ini, diungkapkan Teuku Muda Ariaman, Dirut PT Pema Global Energi (PGE) dalam kegiatan Kenduri Syukuran Satu Tahun Alih Kelola Wilayah Kerja Blok B, di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (26/5)..
Teuku Muda Ariaman menjelaskan, pengalihan pengelolaan Blok B efektif sejak 18 amei 2021 lalu oleh PT Pema Energi Global (PGE) sebagai anak usaha PT Pembangunan Aceh (Perseroda). Dalam perayaan kenduri setahun alih kelola WK B ini, digelar secara serentak di tiga tempat dengan melibatkan sekitar 8.000 santri termasuk masyarakat.
Melalui pengelolaan PT PGE, tegasnya, telah terjadi optimalisasi.Hingga sekarang, operasional WK B melebihi dari anggaran operasional.dan juga realisasi pendapatannya. Saat ini kepemiliikan saham PGE mayoritas atau 51 persen dikuasai PT Pema bangunan Aceh, 1 persen PT Pembangunan Lhokseumawe, serta PT EMG menguasai 48 persen. Wilayah Kerja B selama ini menghasilkan produksi migas, dan kondensat.
Terkait dengan SDM, Teuku Muda Ariaman, mengatakan, tanaga kerja Pertamina NSB telah masuk ke PT PGE termasuk pekerja tetap, termasuk pekerja inti dan walau tidak semuanya.Sementara, untuk memenuhi pekerja yang kurang, telah diisi melalui recruitment lembaga independent dan asistensi Disnaker dan Poltek Negeri Lhokseumawe.
Sekarang, kata Teuku, berdasarkan data perpajakan Kanwil Aceh, PT Pema Global Energi (PGE) telah nenyetor divide cukup tinggi dengan mancatatkan sebagai tiga besar penyetor pajak tertinggi di Aceh. Hal lainnya, selama setahun dikelola, mempertahankan zero accident.
Sedangkan dalam kaitanya sebagai kepedulian sosial, lanjut Teuku, PT PGE telah menyalurkan bantuan untuk bencana banjir, sapi saat Ramadan maupun penyediaan Alquran dan terus dikerjakan. PT PGE juga menyalurkan bantuan kesehatan, sosial mapping berbasis kerakyatan untuk kemandirian ekonomi lokal dari masyarakat Aceh.
Seperti pembangunan jalan desa, misalnya sudah direncanakan untuk pembangunan. Ini penting karena masyarakat di sekitar sudah bertahun-tahun beraktifitas melalui jalan rusak. Pembangunan jalan pedesaan akan segera dibangun yang sesuai rencana dimulai Juni 2022.
Kedepan, dibawah pengelolaan PGE akan fokus dalam melakukan efisiensi. Untuk SLS A dan D produksi sekitar 18 MMSCFD, dari keseluruhan hasil 45 MMSCFD. Diharapkan melalui perbaikan sarana mampu memprodukai lebih tinggi atau naik 19 MMSCFD menjadi 36 MMSCFD.
Tidak hanya itu, menurutnya, PT PGE juga berkomitmen untuk mencari sumber sumur baru. PGE melakukan kegiatan Seismik 3D pada Semester II-2022. Ini merupakan nyawa ke depan karena tindak biaa menggantungkan sumur-sumur tua yang habis dua atau tiga tnhun kedepan. Ini semua agar Aceh kembali jaya seperti masa lalu./








































