www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 2 Mei 2026
Home LIFESTYLE Sinema Pendek Indonesia Ikuti Ajang Film Dunia
LIFESTYLERona & Film

Sinema Pendek Indonesia Ikuti Ajang Film Dunia

Produksi film pendek Indonesia terpilih ikuti ajang Clermont Ferrand International Short Film Festival 2023, di Paris, Prancis.

AJANG Clermont Ferrand International Short Film Festival 2023, di Paris.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Tujuh karya sinema pendek Indonesia secara membanggakan tercatat ikut serta pada ajang Clermont Ferrand International Short Film Festival 2023, di Paris, Prancis. Tiga film pendek di antaranya merupakan jebolan kompetisi produksi yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) berjudul Ride to Nowhere (tahun 2021), Toya dan Roh Seninya (tahun 2022), serta Teh Tawar untuk Akong (Tahun 2022).

Sedangkan judul film pendek lainnya yakni Dancing Colors, Bawang Merah Bawang Putih, Jamal, dan Nusa Antara. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid mengatakan kemampuan film-film nasional yang unjuk gigi di pentas internasional dapat memacu pemerintah untuk terus memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

“Kita lihat saat ini, selalu muncul produksi film-film berbobot dan mengedukasi dari para sineas di tanah air. Di sini, pemerintah (Kemdikbudristek) akan berupaya memfasilitasi sineas agar dapat menuangkan pemikiran kreatifnya,” ujar Hilmar saat dimintai keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.

Kemudian, lanjut Hilmar, andilnya karya sinema Indonesia dalam festival internasional membuktikan kualitas film Indonesia telah setara dengan negara lain yang  berpengalaman memproduksi film.

Hilmar menuturkan, partisipasi film pendek pada kancah dunia telah berpengaruh besar dalam menunjukkan karakter Indonesia sebagai bangsa akan kaya budaya dan etika masyarakatnya kepada negara-negara di dunia melalui karya seni.

“Saya apresiasi semangat sineas Indonesia untuk terus berkontribusi melalui karya yang berkualitas meski kita semua, beberapa tahun terakhir diuji dengan situasi pandemi Covid-19. Ternyata kegigihan para sineas memberi karya hebat, mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional selalu berkobar,” ucap Hilmar.

Menuai Pujian Masyarakat

Selama dua tahun terakhir dalam keadaan pandemi, Hilmar mengemukakan, justru film Indonesia kerap menuai pujian dan pengakuan amat besar dari dalam maupun luar negeri dengan berbagai penghargaan yang diraih para sineas nasional.

Sebagai informasi, tujuh film pendek Indonesia yang lolos seleksi Clermont Ferrand International Short Film Festival 2023 dapat disaksikan di event Indonesian Entourage: The Spice Route Shorts melalui situs www.shortfilmwire.com/en/2023/events.

Keberhasilan pada festival internasional di Perancis kali ini, mengulang hal yang sama ketika lima film Indonesia juga masuk dalam perhelatan Busan International Film Festival (BIFF), di Korea Selatan, pada Oktober tahun lalu.

Prestasi sineas tanah air lainnya juga diukir oleh aktris senior kenamaan Christine Hakim yang ikut bermain dalam film internasional berjudul The Last Of Us. Film yang dibintangi Christine Hakim tersebut telah ditayangkan di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 9 Januari lalu di kanal HBO serta HBO Max dan mampu meraup 5,7 juta penonton saat penayangan perdana.

Christine Hakim ikut berperan dalam film episode kedua The Last of Us yang syutingnya berokasi di salah satu universitas di Jakarta. Aktris Indonesia lainnya, Yayu Unru juga ikut bermain dalam film The Last of Us episode kedua tersebut. Torehan peran yang digapai Christine Hakim dalam film internasional tersebut membuat dirinya difasilitasi Kemdikbudristek untuk menghadiri gala premier filmnya di Amerika Serikat.

Berperan di Industri Global

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemdikbudristek, Ahmad Mahendra menyampaikan pemerintah akan komitmen untuk selalu mendukung para sineas nasional dalam karya produksinya untuk kepentingan seni budaya Indonesia di level global.

“Ini merupakan dukungan Direktorat Perfilman, Musik, dan Media dalam mengapresiasi para aktris dan sineas Indonesia yang telah berkarya serta membawa nama baik Indonesia di dunia internasional,” papar Mahendra.

Wujud fasilitas serupa dari Kemdikbudristek juga pernah disematkan kepada insan sinema tanah air lain untuk menghadiri penayangan filmnya di beberapa festival internasional. Sebut saja di beberapa film seperti 108 days dan Evacuation of Mama Enola yang masuk dalam Sundance Film Festival, di Amerika Serikat, serta International Film Festival Rotterdam (IFFR), di Belanda.

Kemudian juga diikuti film lain yaitu Like and Share, Sri Asih, Deadly Love Poem, Mayday! Mayday! Mayday! dan The Myriad of Faces of The Future Challengers, yang masuk dalam Sundance Film Festival 2023./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Rizki Eka, Eksel Runtukahu, dan Brian Fatari timnas Indonesia
LIFESTYLESport & Health

Rizky Eka dan 2 Wajah Baru Pilihan John Herdman Masuk Timnas Indonesia

JAKARTA, BisnisToday - Pelatih John Herdman memanggil 23 pemain lokal mengikuti pemusatan...

Penyanyi muda berbakat Alala Zahra
Rona & Film

Semangat Hari Kartini, Alala Zahra Persembahkan Lagu ‘Bundaku Tersayang’

JAKARTA, Bisnistoday - Penyanyi muda berbakat Alala Zahra memilih momen sakral Hari...

Erwin Hartawan (tengah) Chief Commercial Officer CPPETINDO
Ekonomi & BisnisKomunitasLIFESTYLE

Bolt Pet Food Semakin Merambah Pasar Global

JAKARTA,Bisnistoday – Di usianya yang hampir memasuki satu dekade, produsen lokal makanan hewan peliharaan,...

Pameran Seni
Rona & Film

Pameran “Fragmen Dunia di Mata Wanita” Hadirkan Perspektif Perempuan di Momentum April

BANDUNG — Nayanika Art Gallery menghadirkan pameran bertajuk “Fragmen Dunia di Mata...