JAKARTA, Bisnistoday – Manajemen PT ASI Pudjiastuti Aviation meminta kepada Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengakhiri penyanderaan Pilot Capt. Phillip Mark Mehrtens. Hingga Rabu (1/3), penyanderaan Pilot Susi Air dan pembakaran pesawat ini, telah memasuki 22 hari.
Susi Pudjiastuti, selaku representatif manajemen Susi Air meminta maaf kepada masyarakat Papua secara umum adanya peristiwa tersebut, berdampak terhadap operasional Susi Air. Sebanyak hampir 40 persen operasional Penerbangan di Papua terhenti.
“Dengan kerendahan hati, kami meminta maaf kepada masyarakat Papua secara umum karena akibat kejadian pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot telah berdampak kepada operasional pesawat Susi Air,” ujar Susi Pudjiastuti di Jakarta, Rabu (1/3).
Secara spesifik, lanjut Susi, sebanyak 70 persen operasional penerbangan jenis Porter menjadi terhenti. Hal ini berdampak sejumlah tempat yang selama ini dilayani penerbangan perintis aksesnya menjadi terputus.
“Dengan kejadian pembakaran pesawat dan penyanderaan terhadap Pilot Susi Air, Capt Phillip Mark Mehrtens kami percaya bahwa Pemerintah Pusat, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Dewan Gereja, Tokoh Adat terus berupaya melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Pilot yang disandera,” tuturnya.
Pilot Profesional Susi Air
Susi Pudjiastuti menuturkan, atas upaya yang terus dilakukan tersebut, manjemen Susi Air mengucapkan terimakasih dan sangat berharap upaya tersebut mendapatkan hasil yang positif untuk keselamatan dan kebebasan Capt Phillip Mark Mehrtens.
“Sebagai perusahaan penerbangan perintis, kami meyakini Capt Phillip Mark Mehrtens adalah seorang professional yang baik dan berintegritas. Bahkan kami menilai, Capt Phillip merupakan salah satu pilot terbaik yang dimiliki oleh Susi Air,” terangnya.
Susi Pudjiastuti kembali menghimbau kelompok penyandera untuk membebaskan Capt Phillip Mark Mehrtens agar bisa kembali berkumpul dengan keluarganya. “Kami selalu berharap ia kembali dalam keadaan sehat dan selamat.”
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Dewan Gereja, Tokoh Adat terus berupaya melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Pilot yang disandera,” tambahnya./






































