JAKARTA, Bisnistoday – Lanskap kuliner di Jakarta Selatan kembali diperkaya dengan hadirnya Rumah Makan Padang Nan Lamak.
Menghadirkan pengalaman bersantap Minang autentik dalam balutan konsep premium, Nan Lamak menawarkan interpretasi elegan atas warisan kuliner Ranah Minang sekaligus memperkuat eksistensi gastronomi Sumatera Barat di tengah dinamika kota metropolitan.
Mengusung konsep rumah makan Padang dengan sentuhan tradisi yang kuat, Nan Lamak berkomitmen menyajikan hidangan khas Minang melalui racikan bumbu yang kaya, teknik memasak turun-temurun, serta bahan yang otentik.
“Keautentikan menjadi identitas utama, mulai dari resep, bumbu, bahan baku, hingga tenaga kerja asli orang minang,” ujar CEO Nan Lamak, Athari Gauthi Ardi di Jakarta, Sabtu (21/2)
Nama “Nan Lamak” dalam bahasa Minang berarti “yang lezat”, berangkat dari filosofi Minangkabau yakni “condong mato ka nan rancak, condong salero ka nan lamak”. Filosofi ini menjadi landasan dedikasi resto ini dalam menghadirkan pengalaman bersantap ala minang.
Berbeda dari rumah makan Padang pada umumnya, Nan Lamak menerapkan sistem penyajian made-to-order. Setiap hidangan diproses setelah dipesan sehingga disajikan langsung dari dapur dalam kondisi hangat dan fresh, memastikan kualitas rasa yang lebih optimal, dan eksklusif.
Nan Lamak menyediakan menu khas Minang yang variatif dan dikurasi dengan cermat, termasuk signature dish seperti Rendang Nan Lamak dan Ayam Goreng Nan Lamak yang diolah menggunakan teknik tradisional khas Solok melalui proses memasak yang telaten.
“Kami juga menyediakan gulai cincang, gulai kepala ikan, dendeng dengan citarasa gurih yang khas dan lainnya. Puding sarikayo dan kopi khas sumatera barat juga kami hadirkan disini,” tutur Athari.
Melengkapi pengalaman bersantap, Nan Lamak menghadirkan estetika interior yang premium dengan atmosfer hangat dan elegan, menciptakan suasana ideal untuk santap keluarga maupun jamuan istimewa.
“Kami ingin memperkenalkan dan melestarikan gastronomi Minang dengan pendekatan yang lebih modern tanpa meninggalkan akar tradisinya. Ini adalah perwujudan komitmen dalam melestarikan budaya dan cita rasa tradisi Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok,” imbuh Athari.(E2-SANDI)










































