JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto saat bertemu dengan Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso memberi sejumlah masukan terkait pengembangan ekspor otomotif Indonesia, termasuk peluang pengembangan pasar di kawasan Amerika Latin. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar bagi pengembangan ekspor otomotif Indonesia. Namun, akses ke pasar Meksiko masih menghadapi tantangan karena Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.
Nandi mengutarkan, PT TMMIN siap terus memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia untuk memperkuat ekspor Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Toyota untuk mempertahankan Indonesia sebagai supply hub untuk berbagai pasar sekaligus terus menjajaki pasar ekspor baru.
Menanggapi hal ini, Mendag Busan mendorong PT TMMIN untuk mengoptimalkan pasar-pasar yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia, termasuk Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang sudah diimplementasikan.
Selain memperluas akses pasar, Kemendag juga terus mempermudah proses ekspor bagi para pelaku usaha, khususnya dalam memanfaatkan fasilitas tarif yang tersedia melalui perjanjian dagang. Salah satunya, melalui pengembangan sistem elektronik Surat Keterangan Asal (e-SKA) yang memungkinkan pemanfaatan SKA preferensi dilakukan secara otomatis. Saat ini, fitur otomatisasi tersebut telah diterapkan untuk ekspor ke Uni Emirat Arab, Hong Kong, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Pakistan.
Mendag Busan menegaskan, pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan dari pelaku usaha dan akan terus menjaga komunikasi agar setiap kendala yang dihadapi dunia usaha dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami selalu terbuka menerima masukan dari pelaku usaha. Kalau ada kendala yang dihadapi, sampaikan kepada pemerintah agar dapat segera kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait,” ujar Mendag Busan.
Mendag Busan menerima perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, (11/8). Pertemuan ini menjadi ajang dialog antara pemerintah dan pelaku industri untuk membahas perkembangan ekspor otomotif, peluang perluasan pasar, serta menyerap berbagai masukan dan hambatan yang dihadapi pelaku usaha dalam meningkatkan ekspor.
“Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin dengan negara mitra. Perluasan akses pasar ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Mendag Busan usai pertemuan./








































