Saya mengunjungi warung Mak Beng ini berkat kawan saya Edi Saputra , alumni SMAN 3 Bukittinggi, yang sekarang menetap sementara di Denpasar untuk urusan bisnis propertinya.
Selamat tiga hari saya di Denpasar ditemani kawan saya ini, mulai dari mengunjungi BRI Singaraja, terus ke Balai Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan Gondol, untuk urusan adm putra kami alm.
Setelah menyelesaikan misi utama saya di Bali , saya diajak jalan jalan. Awalnya kegiatan kami dimulai dengan lari dan jalan pagi di sepanjang Pantai Sanur. Di pertengahan pantai itu saya diarahkan untuk mampir dan mencoba mencicipi menu utama di warung ini.
Setelah mencari tempat duduk, di dinding belakang meja kami terpampang foto tokoh, artis nasional dan internasional yang pernah berkunjung ke warung legendaris ini.
Saking terkenalnya TasteAtlas sempat merilis 150 restoran paling legendaris di dunia 2023. Dalam daftar 150 restoran paling banyak legendaris itu, Warung Mak Beng menduduki peringkat ketiga.
Peringkat pertama ada Figlmüller di Austria dan kedua ada Katz’s Delicatessen di New York, Amerika Serikat.
Warung Mak Beng didirikan oleh Ni Ketut Tjuki dan suaminya I Putu Gede Wirya (Nyoo Tik Gwan) sejak 1941. Prakarsa sambal Mak Beng dipelopori oleh mertua Mak Beng dan menjadi ciri khasnya sejak warung ini berdiri.
Warung legendaris ini berlokasi di Jl. Hang Tuah No. 45, Sanur, Denpasar.
Sebelum menjadi incaran turis lokal dan asing di Bali, warung makan ini lebih dikenal sebagai tempat mangkalnya sopir bemo.
Warung Mak Beng menawarkan menu andalan, yakni sup kepala ikan dan ikan goreng. Ikan yang digunakan tergantung ketersediaan seperti ikan tongkol, kakap, tenggiri, atau ikan. Ikan tersebut merupakan hasil tangkapan nelayan lokal di daerah Sanur maupun wilayah Bali lainnya.
Kelezatan ikan goreng di sini terletak pada teksturnya yang garing di luar. Tapi bagian dalam ikannya tetap lembut dan tidak keras sama sekali. Teksturnya kokoh tanpa aroma anyir. Apalagi dipadukan dengan sambal terasi khas Mak Beng yang bikin nagih.
Terakhir, sup ikannya yang menjadi pelengkap di Warung Mak Beng. Supnya dimasak dengan bumbu-bumbu tradisional Bali yang membuat cita rasanya tidak amis sama sekali.
Jam buka warung ini setiap hari mulai pukul 08.00-22.00 Wita. Waktu paling ramai pengunjung dari pukul 14.00-19:00 Wita. Kamu harus menghindari jam tersebut agar tidak terlalu antre.








































