www.bisnistoday.co.id
Selasa , 18 Agustus 2026
Home EKONOMI Tanaman Hias Balitbangtan Merajai Pasar Eropa
EKONOMI

Tanaman Hias Balitbangtan Merajai Pasar Eropa

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyaksikan penandatangan MoU dalam kegiatan Ekspose Inovasi Teknologi Tanaman Hias dengan tema; Membangun Industri Florikultura yang Maju, Mandiri, Modern dan Berorientasi Ekspor” di Cianjur, Kamis (9/9).
Social Media

CIANJUR, Bisnistoday – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian mengakui varietas unggul tanaman hias asli Indonesia semakin merajai pasar Eropa. Salah satunya, tanaman hias jenis Pacar Cina merupakan varietas unggul yang mampu menarik perhatian pasar Eropa. 

“Varietas unggul seperti tanaman hias pacar Cina juga berkembang bahkan ke Eropa. Tanaman hias jenis ini malah makin merajai di pasar Eropa. Ini juga hasil upaya yang telah dilakukan melalui hybrid tanaman hias ini semakin lebar dan menarik serta tidak mudah layu,” ungkap Kepala Balitbangtan Kementan, Fadjry Djufry dalam acara Ekspose Inovasi Teknologi Tanaman Hias dengan tema;  Membangun Industri Florikultura yang Maju, Mandiri, Modern  dan Berorientasi Ekspor” di Cianjur, Kamis (9/9).

Fadjry Djufry mengaku, sejak pandemic covid-19 malah permintaan tanaman hias semakin meningkat. Situasi yang menguntngkan ini akan lebih baik untuk terus ditingkatkan produktifitasnya. Berbagai penelitian terus dikembangkan seperti sekarang ini meningkat tanaman hias untuk tumbuh di dataran rendah seperti tanaman hias Krisan. 

Menurut Fadjry Djufry, berkah moncernya tanaman hias ini dipasar global telah mendatangakan royalty hingga Rp 500 juta per tahun. Demikian juga, setiap tanaman hias yang diminati di Eropa terpampang logo Kementerian Pertanian.”Jadi selain royalty, juga setiap pasar tanaman hias di Eropa tertera logo Balitbangtan,” ujarnya.  

Berita Terkait : Kementan Dukung Produksi Tanaman Hias di Cianjur

Didalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memberikan nama untuk dua varietas unggul florikultura hasil inovasi Balai Penelitian Tanaman Hias Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balithi Balitbangtan Kementan). “Hari ini, ada dua genetika yang kita coba lepas dengan nama mojang timo, jadi sesuatu yang indah dari timur karena ini kembang yang berasal dari timur,” katanya. 

Mojang timo disematkan untuk Klon 16.2, yang merupakan hasil perkawinan silang antara Impatiens hawkeri NG46 asal Jepang dengan Impatiens celebica 2008.9 (spesies tetua jantan asal Kecamatan Tinggi Moncong, Gowa, Sulawesi Selatan. Mojang diadopsi dari bahasa Sunda yang berarti gadis dan timo adalah singkatan Tinggi Moncong.

Balithi sebelumnya mengusulkan varietas ini dengan nama impago agrihorti yang berarti Impatiens asal Gowa atau naranja agrihorti, menyitir bahasa Spanyol yang maknanya warna oranye.Varietas unggul berikutnya diberi nama gincu perempuan. “Karena warnanya warna merah kayak pakai lipstik gitu, ya,” jelas SYL, sapaannya. Kedua varietas tersebut adalah pacar air hasil perkawinan silang benih lokal dengan

Gincu perempuan disematkan untuk Klon 17.12, hasil persilangan Impatiens hawkeri NG35 dengan Impatiens celebica 2008.9. Sementara itu, Balithi mulanya mengusulkan nama timo agrihorti alias singkatan Impatiens asal Tinggi Moncong atau arunika agrihorti yang berarti warna merah dalam bahasa Hindi.

Berita Terkait : Cuan Bisnis Tanaman Hias Menggiurkan

“Ini indah banget. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kembang-kembang yang bervarietas kuat yang bisa kita kembangkan.”

Politikus Partai NasDem itu cenderung memberikan nama dengan istilah lokal karena menyukainya. Dicontohkannya dengan dua tanaman hias lainnya.”Maafkan saya, saya suka dengan kata janda bolong. Itu lokal. Itu tanduk rusa sudah bagus. Kalau begitu persepsi jadi penting,” katanya.

Janda bolong (Monstera adansonii) adalah spesies tumbuhan berbunga dari keluarga Araceae yang banyak tumbuh di Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Ia sedang ngetren di Tanah Air. Sementara itu, Tanduk rusa atau (Platycerium coronarium) termasuk jenis paku-pakuan. Tanaman ini paling banyak ditemukan dan dipelihara sebagai tanaman hias karena juntaian daunnya yang indah./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Peringati HUT ke-81 RI, Menkop Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun...

EKONOMI

Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

BANDUNG, Bisnistoday - Garuda Indonesia kembali melayani penerbangan menggunakan pesawat jet dari Bandara...

Menteri Koperasi
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berkapasitas 45 Ton, Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

MUSI BANYUASIN, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan CPO milik...

Rapat KUR
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai September

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah memastikan suku bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga...