JAKARTA, Bisnistoday- Pembatalan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru disambut positif oleh pelaku pasar modal. IHSG pada perdagangan Selasa (7/12) ditutup menguat 55,45 poin ke posisi 6.602,57, sementara indeks LQ45 naik 11,24 poin ke posisi 950,17.
Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan menguatnya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) hari ini didorong oleh dibatalkannya kebijakan PPKM level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru.
Sentimen positif lainnya yaitu menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring dengan meredanya kekhawatiran investor terhadap varian baru Omicron dan juga menguatnya harga komoditas minyak mentah, CPO, dan tembaga.
Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 0,56 persen, diikuti sektor energi dan sektor infrastruktur masing-masing minus 0,2 persen dan minus 0,09 persen.
Sedangkan delapan sektor meningkat dimana sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 2,44 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang konsumen non primer masing-masing 2,43 persen dan 1,53 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” di seluruh pasar sebesar Rp57,53 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.418.991 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,84 miliar lembar saham senilai Rp14,13 triliun. Sebanyak 271 saham naik, 251 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 528,23 poin atau 1,89 persen ke 28.455,6, indeks Hang Seng naik 634,28 poin atau 2,72 persen ke 23.983,66, dan indeks Straits Times meningkat 18,34 atau 0,59 persen ke 3.134,66.
Rupiah Menguat
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 64 poin ke posisi Rp14.378 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.442 per dolar AS.
Mengutanya kurs rupiah terhadap dolar AS ditopang meredanya kekhawatiran terhadap varian Omicron dan pembatalan penerapan PPKM level 3 saat Natal dan Tahun Baru.
“Dolar melemah tipis pada hari Selasa karena kekhawatiran atas varian baru Omicron yang perlahan mereda,” kata analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.
Pelaku pasar saat ini juga merasa sulit untuk memprediksi bagaimana bank sentral akan menyesuaikan kebijakan moneter mereka untuk mengekang inflasi yang tinggi.
Investor sekarang melihat ke minggu berikutnya, ketika The Federal Reserve, Bank Sentral Eropa, dan Bank of England akan memutuskan kebijakan moneternya.
“Dari dalam negeri, pelaku pasar merespon positif pembatalan kebijakan PPKM level 3 di semua daerah saat Natal dan Tahun Baru 2022,” ujar Ibrahim.
Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru secara merata pada semua wilayah, melainkan memberlakukan sejumlah pengetatan.
Dengan demikian, penerapan level PPKM selama Natal dan Tahun Baru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan./



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















