www.bisnistoday.co.id
Jumat , 18 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Penertiban Bangli Jalan Dakota Bandung, Warga Harap Trotoar Kembali Jadi Ruang Pejalan Kaki
Humaniora

Penertiban Bangli Jalan Dakota Bandung, Warga Harap Trotoar Kembali Jadi Ruang Pejalan Kaki

Penertiban bangunan liar (Bangli) di Jalan Dakota, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Selasa 15 September 2026.
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Penertiban bangunan liar (bangli) di Jalan Dakota, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, mendapat respons positif dari warga. Penertiban yang dilakukan pada Selasa, 15 September 2026, dinilai dapat membantu menata kawasan sekaligus mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki.

Warga berharap penertiban bangli di Jalan Dakota tidak hanya membuat kawasan lebih rapi, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang menggunakan trotoar.

Sopi, warga sekitar Kelurahan Sukaraja, menyambut baik penertiban tersebut. Menurutnya, aktivitas yang sebelumnya menggunakan area trotoar dapat menghambat pejalan kaki yang hendak melintas.

“Jadi lebih rapi, trotoarnya tertata, dan hak pejalan kaki tetap ada. Tidak terhalang oleh pedagang-pedagang,” ujar Sopi.

Ia berharap penataan trotoar di Kota Bandung dapat dilakukan secara menyeluruh agar fasilitas pejalan kaki dapat digunakan sesuai fungsinya.

“Semoga di Kota Bandung, jadi hak-hak pejalan kaki itu ada dan tidak dipakai sembarangan,” katanya.

Respons serupa disampaikan Toni, warga di sekitar Jalan Dakota. Ia menilai penertiban bangunan liar dapat memberikan dampak positif terhadap estetika sekaligus penataan kawasan perkotaan.

“Dampak positifnya lebih kepada estetika kota dan penataan kota supaya lebih tertata,” tutur Toni.

Berikan Hak Pejalan Kaki

Menurut Toni, penataan kawasan Jalan Dakota juga perlu memperhatikan kondisi lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. Ia mengusulkan adanya peningkatan penerangan serta fasilitas pendukung di sejumlah titik.

Salah satu fasilitas yang diusulkan adalah cermin pada titik tertentu untuk membantu pengendara melihat kondisi lalu lintas dari arah berlawanan.

Ia menilai aspek keselamatan penting diperhatikan karena Jalan Dakota memiliki aktivitas lalu lintas yang cukup padat, terutama pada pagi hari. Kondisi jarak pandang di sejumlah titik juga perlu menjadi perhatian dalam proses penataan.

Bagi warga, penertiban bangli di Kota Bandung, khususnya di Jalan Dakota, bukan hanya berkaitan dengan pembongkaran atau penataan bangunan. Lebih dari itu, penataan diharapkan dapat mengembalikan fungsi ruang publik dan memberikan akses yang lebih nyaman bagi pejalan kaki.

Warga juga berharap penataan kawasan dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari ketertiban, kenyamanan, estetika kota hingga keselamatan pengguna jalan.

Dengan penataan tersebut, Jalan Dakota diharapkan dapat menjadi kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan aman bagi pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Gedung Kemendikbudristek
Humaniora

Kemendikdasmen Buka Formasi Guru dan Tenaga Kependidikan untuk Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka seleksi Guru...

Tradisi Mengonsumsi Buah Pinang telah ada Sejak Zaman Prasejarah. (dok:Wei/Unsplash.com)
Humaniora

Tradisi Mengonsumsi Buah Pinang telah ada Sejak Zaman Prasejarah

JAKARTA, Bisnistoday – Mengonsumsi buah pinang telah menjadi tradisi masyarakat di sebagian...

Humaniora

Mahasiswa UPI Kembangkan Netravest, Rompi Navigasi Cerdas Berbasis AI untuk Tunanetra

BANDUNG, Bisnistoday - Lima mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengembangkan Netravest, rompi...

Stadion SR
Humaniora

Kementerian PU Hadirkan Lapangan Sepak Bola Berstandar Internasional di 25 Sekolah Rakyat

JAKARTA, Bisnistoday - Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 pada 9 September...