www.bisnistoday.co.id
Selasa , 3 November 2026
Home LIFESTYLE Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo Kembangkan Solusi Sustainability Berbasis Ekonomi Sirkular 
LIFESTYLE

Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo Kembangkan Solusi Sustainability Berbasis Ekonomi Sirkular 

Mahasiswa mempelajari praktik sustainability di berbagai lingkungan, mulai dari kampus, industri, ruang publik hingga kawasan wisata. Salah satu fokus pembelajaran adalah pengelolaan sampah yang kemudian menjadi bahan untuk dikembangkan dalam rangkaian BESTS di Indonesia.
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Sampoerna University bersama Institute of Science Tokyo, Jepang, kembali mengembangkan solusi sustainability berbasis ekonomi sirkular melalui Building Entrepreneurial Mindset for Sustainable Technology and Society (BESTS) Program 2026.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, BESTS 2026 memberikan pengalaman kepada mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk memahami persoalan sustainability secara langsung sekaligus mengembangkan solusi yang memiliki nilai sosial dan ekonomi.

Dean of Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University, Dr. Farid Triawan, mengatakan BESTS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat penerapan sustainability di masyarakat dan dunia industri secara langsung.

“BESTS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk keluar dari ruang kelas dan melihat secara langsung bagaimana isu sustainability hadir dalam kehidupan masyarakat maupun dunia industri,” ujar Farid.

Menurutnya, pengalaman lintas negara, interaksi dengan industri, serta proses pengembangan ide membantu mahasiswa menerapkan entrepreneurial mindset untuk melihat peluang dari berbagai persoalan dan mengembangkan solusi.

Kembangkan Solusi dari Limbah Jaring Ikan

Salah satu proyek dalam BESTS 2026 adalah “A Circular Economy Business for Fishing-Net Waste in Tanimbar”karya Chintya Ramadhani, Keyzia Ariola Putri, Stivan Delon Sahertian, Tsukui Shun dan Mardo Malawau.

Proyek tersebut berangkat dari persoalan limbah jaring ikan di Tanimbar. Mahasiswa mengeksplorasi pemanfaatan kembali limbah jaring ikan melalui proses daur ulang sekaligus pengembangan jaring ikan yang lebih ramah lingkungan.

Gagasan ini berkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 14 tentang ekosistem laut.

Proyek lainnya, Eco-Fuel, dikembangkan Harsen Ramadhan, Luthfi Ahmad, Nona Brillyanti, Koki Nakazaki dan Hiroki Nozaki. Proyek ini mengembangkan gagasan mengolah limbah plastik bernilai ekonomi rendah menjadi bahan bakar cair alternatif melalui proses pirolisis.

Gagasan Eco-Fuel berangkat dari tingginya biaya bahan bakar untuk kebutuhan pertanian serta banyaknya limbah plastik yang sulit terserap sistem pengelolaan sampah.

Kolaborasi Indonesia-Jepang

BESTS 2026 juga memperkuat kolaborasi dengan industri melalui INPEX Masela Ltd. Peserta mendapatkan kesempatan memahami persoalan sustainability yang relevan dengan konteks Saumlaki melalui interaksi dengan perwakilan INPEX dan peserta dari Saumlaki.

Hasil pengembangan gagasan dan proyek peserta menjadi salah satu bahan pertimbangan INPEX dalam melihat kemungkinan pengembangan program di Saumlaki.

Prof. Eri Ota dari Institute of Science Tokyo mengatakan BESTS menjadi ruang bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk belajar bersama sekaligus memahami budaya dan perspektif masing-masing.

“BESTS memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk belajar bersama sekaligus memahami budaya dan perspektif satu sama lain,” ujar Eri.

Dukungan juga datang dari ASEAN Centre for Energy (ACE) melalui Youth Innovation Award in Sustainability. Tahun ini, proyek A Circular Economy Business for Fishing-Net Waste in Tanimbar meraih nilai tertinggi dan menerima penghargaan dari ACE.

Sebelumnya, sembilan mahasiswa Sampoerna University mengikuti rangkaian pembelajaran di Jepang pada 2–8 Agustus 2026. Mereka mempelajari praktik sustainability di kampus, industri, ruang publik hingga kawasan wisata, termasuk pengelolaan sampah.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan di Indonesia pada 9–24 Agustus 2026 dengan mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Jepang. BESTS 2026 juga memperluas lokasi kegiatan ke Bandung melalui kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Peserta mempelajari budaya Sunda, kuliner, sustainable fashion, serta praktik sustainability di masyarakat melalui kunjungan ke bank sampah.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan dan mengembangkan gagasan berbasis ekonomi sirkular, yaitu pendekatan yang mendorong pemanfaatan kembali material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Shanti dan produk SR Cakery (dok: pribadi)
LIFESTYLEWisata & Kuliner

Berawal dari Iseng, Shanti Merajut Cita Rasa dan Membangun SR Cakery

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tidak semua usaha besar lahir dari perencanaan matang atau...

Lokakarya Mewujudkan Potensi Pengurangan Susut dan Sisa Pangan untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Hijau Indonesia di Bali, akhir Oktober lalu. (dok:IBCSD)
LIFESTYLEWisata & Kuliner

IBCSD Dorong Hotel di Bali Jadi Garda Terdepan Pengurangan Sisa Pangan

Badung, Bisnistoday.co.id – Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian...

LIFESTYLE

Elizabeth Eksplorasi Leather dan Floral Lewat Koleksi Bloom Beneath the Surface

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Brand fashion lokal Elizabeth menghadirkan koleksi terbaru bertajuk Bloom...

LIFESTYLE

Internet 5G XL di Bandung Raya Tembus 500 Mbps, Ini Pilihan Paketnya

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Layanan internet 5G XL di Bandung menawarkan kecepatan hingga...