www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home BURSA & KORPORASI TPPI Tuntaskan Proses Investasi untuk Proyek Revamping Aromatik
BURSA & KORPORASIKorporasi

TPPI Tuntaskan Proses Investasi untuk Proyek Revamping Aromatik

PROYEK KILANG TPPI : PT Trans Pacific Petrochemical Indotama tuntaskan proses investasi proyek Revamping Aromatik, di Jakarta, Selasa (4/1).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) menyatakan telah menyelesaikan Proyek Revamping Aromatik, setelah sebelumnya juga menyelesaikan pembangunan lima tangki yang diresmikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, pada tanggal 20 Desember 2021.

“Proyek Revamping Aromatik yang akan memakan total biaya USD 200 juta untuk keseluruhan OSBL dan ISBL ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berpotensi untuk dapat menghemat Current Account Deficit (CAD) hingga 410 juta USD / tahun,” jelas Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono, pada peresmian OSBL Proyek Revamping Aromatik pada 20 Desember 2021.

Lebih lanjut Djoko Priyono menuturkan, TPPI telah menuntaskan Final Investment Decision (FID) pada tanggal 28 Desember 2021. Untuk selanjutnya, diteruskan Engineering Procurement and Construction Inside Battery Limit  (EPC ISBL). Proyek Revamping Aromatik guna meningkatkan kapasitas produksi Paraxylene dari 600 ribu menjadi 780 ribu ton setiap tahunnya dan peningkatan kapasitas Platforming dari 50 KBD menjadi 55 KBD.

Sementara, ISBL Proyek Revamping Aromatik sendiri akan mencakup modifikasi pada Heater, Unit CCR dan Tray Kolom Distalasi, serta penggantian Adsorbent Unit Parex dengan tipe baru dan penggantian Katalis Unit Isomar dan Tatoray. Dengan begitu, mulai tahun 2023, TPPI dapat menutupi kekurangan pasokan produk Aromatik dalam negeri yang selama ini didominasi oleh produk impor. 

Hal ini, menurut Djoko, tentunya sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang mencanangkan pengembangkan TPPI sebagai bagian dari industri petrokimia terintegrasi. Dan TPPI dibawah naungan PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional, terus bergerak untuk merespon arahan Presiden tersebut.

Selain itu, menurut Djoko Priyono, proyek ini juga dipicu atas tingginya permintaan produk petrokimia dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, dimana produk petrokimia diproyeksikan meningkat sebesar 5 persen tiap tahunnya. Permintaan petrokimia seperti polypropylene (PP), polyethylene (PE), dan paraxylene (PX) serta benzene (Bz) akan meningkat hingga 7,6 juta ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi petrokimia saat ini hanya mencapai 1,6 juta ton per tahun.

Menruutnya, proyek Revamping Aromatik ini akan lebih memperkuat peran TPPI sebagai produsen produk Aromatik terbesar di Indonesia, dan juga sebagai salah satu langkah mewujudkan visi sebagai Perusahaan Petrokimia dan Energi Kelas Dunia./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

hutama Karya
Korporasi

HKA Terapkan Standar Internasional Keselamatan Lalu Lintas di Ruas Kelolaan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Hakaaston (HKA) resmi meraih sertifikasi ISO 39001:2012 untuk...

BursaBURSA & KORPORASI

OJK Catat Pembukaan 27,23 Juta Rekening Sepanjang Bulan Inklusi Keuangan 2026

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembukaan 27,23 juta rekening...

BursaBURSA & KORPORASI

ACMF Dukung Reformasi dan Penguatan Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) mendukung reformasi strategis dan...

Korporasi

BombasTri Hadir Kembali, Rayakan Loyalitas Pelanggan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri kembali merayakan loyalitas...