JAKARTA, Bisnistoday- Perusahaan kelapa sawit, PT Teladan Prima Agro (TPA) akan melakukan pewaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada April 2022. Perseroan akan melepas maksiman 2,19 miliar lembar sahan dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Sementara harga penawaran untuk IPO berada di kisaran Rp520 hingga Rp600 per saham. Dengan demikian perseroan akan meraup dana segar maksimal Rp1,32 triliun.
Direktur Utama PT Teladan Prima Agro, Wishnu Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/3) mengatakan, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 32 persen akan digunakan untuk belanja modal oleh grup perseroan.
Sekitar 23 persen akan digunakan untuk belanja modal berupa akuisisi perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Sedangkan 5 persen akan digunakan untuk belanja modal anak perusahaan yaitu pembangunan fasilitas pabrik pengolahan inti sawit.
Sementara sekitar 4 persen akan digunakan untuk belanja modal anak perusahaan yaitu pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas Sisanya sekitar 68 persen akan digunakan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang bank pada perseroan dan beberapa anak perusahaan.
Perseroan juga mengadakan program penerbitan opsi bagi para manajemen dan karyawan perseroan untuk membeli saham perseroan atau MESOP dengan jumlah maksimal 1 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh IPO atau maksimal 146,22 juta saham.
Perseroan menargetkan masa penawaran awal (bookbuilding) akan berlangsung pada 17 – 25 Maret 2022. Setelah masa penawaran awal, diperkirakan surat izin efektif akan diperoleh pada 31 Maret 2022, yang diikuti oleh masa penawaran umum saham perdana pada 4 – 7 April 2022, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2022.
Perusahaan menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT CIMB Niaga Sekuritas sebagai joint lead underwriters./






































