JAKARTA, Bisnistoday – Diperkirakan drama subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite memiliki gaya yang sama dengan subsidi minyak goreng beberapa waktu lalu. Barang subsidi seperti menghilang begitu saja seperti hantu pasca pemerintah menaikkan Harga Pertamax menjadi Rp12.500 per liter dari harga sebelumnya Rp9.000 per liter.
“Barang yang subsidi seperti pertalite saat ini kaya hantu, menghilang entah kemana. Ini modus sama seperti minyak goreng,” tukas Uchok Sky Khadafi Direktur CBA (Center For Budget Analysis) kepada media di Jakarta, Minggu (3/4).
Nantinya, lanjut Uchok, apabila subsidi BBM Jenis Pertalite ini ditiadakan, baru Pertalite muncul sekonyong-konyong. ”Kalau subsidi dicabut, maka akan nongol dan banjir tuh Pertalite di SPBU. Pertamina lagi bermain sandiwara di depan publik. Sandiwara ala menteri perdagangan,” cetusnya.
Seperti yang disampaikan warga, Pratama (25 tahun) mengaku kesulitan mencari BBM jenis pertalite. Sedangkan, BBM non subsidi Pertamax tersedia melimpah tanpa antrean. Warga cenderung beralih ke Pertalite saat harga Pertamax naik tajam.
Seperti diketahui, Pertamina mengumumkan harga BBM non Subsidi Pertamax mengalami kenaikan dari harga Rp9.000 per liter menjadi Rp12.500 per liter efektif per 1 April 2022. Naiknya harga Pertamax juga diiringi beralihnya pengguna Pertamax ke Pertalite yang dijual seharga Rp 7.650 per liter.
“Sudah tahu kas negara lagi kosong, pejabat masih sombong dan percaya diri (pede). Mereka masih yakin masyarakat akan menerima begitu saja, ketika mereka menaikan harga semaunya,” tegasnya. /










































