www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Harga Minyak Anjlok, Pasca Stok AS Diketahui Melonjak
EKONOMI

Harga Minyak Anjlok, Pasca Stok AS Diketahui Melonjak

minyak mentah
Social Media

NEW YORK, Bisnistoday – Tercatat harga minyak jatuh hampir dua persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), pasca diketahui stok minyak mentah AS menunjukkan peningkatan secara mengejutkan pekan lalu. Beberapa diantaranya terkait dengan pengurangan yang sedang berlangsung di kilang-kilang Teluk Meksiko setelah Badai Laura.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November merosot 73 sen atau 1,8 persen, menjadi menetap di 40,06 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober berkurang 75 sen atau 2,0 persen, menjadi menetap di 37,30 dolar AS per barel.

Setelah penutupan pasar, WTI secara singkat diperdagangkan turun lebih dari satu dolar AS per barel dan Brent turun sebanyak 99 sen.Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah naik dua juta barel pekan lalu.

Hal tersebut, mengonfirmasi arah kenaikan tiga juta barel yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API), tetapi mengejutkan dibandingkan dengan penurunan 1,3 juta barel yang diperkirakan para analis dalam jajak pendapat Reuters.

“Data minyak mentah hari ini tampak bearish … dengan satu-satunya elemen pendukung adalah fakta bahwa kenaikan dua juta barel kurang dari yang diindikasikan oleh API,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois. Ia mencatat harga bisa turun lebih lanjut kecuali penyuling-penyuling Teluk Meksiko segera beroperasi kembali sepenuhnya setelah ditutup karena Badai Laura.

Kontrak berjangka Brent dan WTI turun ke level terendah sejak pertengahan Juni awal pekan ini dan tetap berada di wilayah oversold selama beberapa hari terakhir. Relative Strength Index (RSI) Brent berada di bawah 30 untuk hari kelima berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Maret.

Di China, Bank ANZ mengatakan impor minyak kemungkinan akan turun karena kilang independen mencapai kuota maksimumnya.Dalam tanda bearish lebih lanjut, pedagang komoditas terkemuka memesan kapal tanker untuk menyimpan minyak mentah dan solar.

Stok yang meningkat terjadi menjelang pertemuan pada 17 September dari panel pemantauan pasar Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.

“Meskipun harga minyak turun baru-baru ini, kami berpikir bahwa kepemimpinan OPEC+ akan terus mengarahkan upayanya untuk mengamankan kepatuhan yang lebih baik daripada mendorong pemotongan lebih dalam pada tahap ini,” kata analis RBC./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...