JAKARTA, Bisnistoday – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2021 pada Rabu (27/4). Berdasarkan hasil keputusan RUPST Tahun Buku 2021, seluruh Laba Bersih Atribusi Pemilik Entitas Induk Jasa Marga Tahun 2021 sebesar 1,62 Triliun ditetapkan sebagai cadangan.
Hal ini, ditetapkan mengacu pertimbangan bahwa saat ini Jasa Marga perlu memperkuat capital structure di tengah pandemi COVID-19 yang turut berdampak terhadap bisnis Perusahaan. Hal tersebut diungkapkan Dwimawan Heru Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui keteranganya di Jakarta, Rabu (27/4).
Dalam kegiatan RUPS ini, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Jasa Marga melaporkan kinerja positif sepanjang tahun 2021 di tengah pandemi COVID-19 serta pemberlakuan kebijakan pembatasan transportasi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Lebih lanjut, dalam keteranganya Heru menjelaskan, peningkatan kinerja positif dapat dilihat dari kemampuan Jasa Marga untuk tetap mencatat laba bersih pada Tahun 2021 sebesar Rp1,62 Triliun. Kinerja Tahun 2021 mengalami peningkatan yang tercermin dari pertumbuhan Pendapatan Usaha sebesar 22,8% yang berasal dari kontribusi kenaikan Pendapatan Tol sebesar 23,1% dan kenaikan Pendapatan Usaha Lain sebesar 20,0%.
“Hal ini merupakan dampak positif dari telah beroperasinya ruas-ruas jalan tol baru yang juga didukung oleh meningkatnya mobilisasi masyarakat sehingga mengakibatkan peningkatan volume lalu lintas apabila dibandingkan dengan Tahun 2020,” terang Heru dalam keteranganya.
Tidak hanya itu, menurutnya, EBITDA juga mengalami peningkatan sebesar 28,3% seiring dengan pertumbuhan Pendapatan Tol di Tahun 2021. Begitu pun dengan realisasi EBITDA Margin mencapai 65,2% dengan beroperasinya sejumlah ruas tol baru dan upaya efisiensi yang dilakukan Perusahaan pada tahun 2021./




