www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 27 Juni 2026
Home EKONOMI Minyak Mentah Turun, Subsidi BBM Tetap Tinggi
EKONOMIEnergi

Minyak Mentah Turun, Subsidi BBM Tetap Tinggi

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pemerintah melalui Menteri Keuangan menyatakan subsidi BBM tahun 2022 masih tetap tinggi kendati harga minyak dunia turun dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, besaran subsidi ini dihitung berdasarkan harga rerata dalam setahun dalam APBN. 

“Masyarakat tentu bertanya dalam sebulan terakhir mengalami penurunan. Kami akan terus menghintung besaran subsidi dengan harga 90 dollar AS per berel sekalipun hingga Desember nanti. Maka ICP rata-rata masih diangka 98,8 dollar AS per barel setahun. Atau bahkan harga ICP dibawah 90 dollar AS per barel juga ICP rerata masih sekitar 97 dollar AS per berel,” ungkap Menkeu Sri Mulyani, dalam keteranganya di Jakarta, Sabtu (3/9). 

Dengan mengacu perhitungan tersebut, menurut Sri Mulyani, maka akan kenaikan subsidi untuk BBM mencapai Rp502 triliun tetap akan naik Rp 653 triliun dengan rerata ICP 99 dollas AS per barel atau turun hingga 90 dollar AS sampai Dersember. 

“Kalau harga ICP berada di level 85 dollar AS per barel sampai Desember, maka subsidi akan tetap naik dari Rp502 triliun menjadi Rp640 trilun. “Ini kenaikan subsidi Rp137 triliun atau Rp151 triliun tergantung harga ICP Indonesia,” tuturnya. 

Volume BBM Subsidi

Hingga akhir tahun, menurut Sri Mulyani, berdasarkan kurs Rp14.700 per dollar AS,  maka volume kebutuhan pertalite diperkirakan mencapai 29 juta KL, sedangkan volume Solar Subsidi bisa mencapai 17,44 juta KL.

“Asumsi ini, memang subsidi BBM masih dinikmati yang punya mobil. Subsidi komoditas, tak bisa dihindarkan dinikmati oleh kelompok tersebut,” ujarnya.

Karena itu, tambah Sri Mulyani, pemerintah akan memberikan bantuan sekitar 40 persen masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan memberikan subsidi BLT kepada 20,6 juta warga miskin serta 16 juta pekerja bergaji rendah. 

“Tahun depan, sesuai RUU APBN, kita ajukan subsidi BBM Rp336 triliun. Dengan kenaikan subsidi BBM ini, kita kemungkinan tambah Rp100 triliun lebih, kekurangan bayar tahun ini yang masuk TA 2023. Untuk UU APBN 2023 tuntas akhir September ini,” terangnya.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Sinergikan Tiga Program untuk Capai Target 10 Juta Wirausaha Baru

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga inkubator berperan strategis untuk mencetak wirausaha baru yang...

Komponen Otomotif
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menperin Menepis Tudingan Adanya Relokasi Sejumlah Perusahaan Komponen Otomotif

JAKARTA, Bisnistoday -Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin,...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...