BANJARMASIN, Bisnistoday – Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penanganan jalan nasional Ruas Bypass Banjarmasin. Ruas ini merupakan bagian akses penting yang menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur serya kawasan IKN Nusantara.
“Pembangunan Bypass Banjarmasin sudah hampir rampung dengan progress riil 94,5 persen,” ujar Sauqi Kamal, Kepala BPJN Kalsel, Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR saat kegiatan Presstour Media di Banjarmasin, Jumat (7/10).
“Ruas jalan ini merupakan bagian yang penting untuk lalulintas kendaraan logistik dari dan menuju Kalteng dan Kaltim,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pembangunan bypass Banjarmasin ini telah diusulkan 2019 lalu, untuk kelanjutannya perencanaan detail tahun 2020 dan terkontrak dengan pelaksana pekerjaan yakni WIKA Pandji KSO. “Pekerjaan riil sekarang ini mencapai 94 persen dan segera tuntas,” kembali menegaskan.
Menurutnya, pembangunan Bypass ini, lantaran ruas jalan ini pernah terendam banjir awal Januari lalu. Ketika itu, waktu surut air yang merendam ruas jalan ini mencapai sebulan. Karena itu, jalan yang terendam air dan ditambah beban lalulintas kendaraan logistik, memperparah kondisi jalan akan semakin bertambah rusak.”Hampir 35 tahun jalan ini tidak pernah banjir dan tahun ini terjadi,* terangnya.
Mengingat mendesaknya penaganan jalan nasional ini, Sauqi memaparkan, pernah melakukan redesain sehingga disesuaikan dengan kondisi anggaran dan konstruksinya. Setelah redesain ini, terus didorong mendapatkan pelaksana pengerjaannnya.
“Diharapkan akhir tahun ini, sudah tuntas, dan redesain harus dilakukan untuk menyesuaikan anggaran.,” terangnya.
Sauqi Kamal menuturkan, dalam pembangunan jalan Bypass Banjarmasin ini mengakomodir kearifan lokal yakni dengan memperkuat struktur dengan cerucuk pohon galam. Diyakini struktur jalan dengan pasak cerucuk pohon galam mampu meningkatkan umur layanan jalan.
Ia menambahkan, struktur jalan memiliki kapasitas pada umumnya yakni 10 ton beban kendaraan serta masa pemeliharaan setahun sekali dan penaganan 5 tahun sekali.
“Anggaran awalnya sebesar Rp 174 miliar dan mengalami penyesuaian harga 10 persen menjadi Rp191 miliar,” ujarnya.
Penyerapan 2022
Kepala BPJN Kalsel, Sauqi menuturkan, selama tahun ini anggaran untuk preservasi jalan nasional Kalimantan Selatan mencapai Rp865,94 miliar yang terbagi dalam 43 paket kontrak dengan panjang jalan 1.200 km.
Sauqi mengutarakan, penyerapan BPJN Kalsel sekarang sudah 48,61 persen dan diharapkan akhir tahun bisa optimal penerapannya Sedangkan Tahun Anggaran 2021 lalu untuk BPJN Kalsel sebesar Rp1,2 triliun dengan penyerapan 97 persen.
“Diusulkan untuk pengembangan jembatan Barito yang merupakan akses dari Banjarmasin ke Kalteng.
Kembatan ini sudah berusia 23 tahun lebih. dan telah disosorng dari Provinsi Kalsel,” terangnya.
Kadis PUPR, Provinsi Kalsel Solhan mengatakan, Bypass Banjarmasin sangat memberikan manfaat bagi wilayah Kalsel. Upaya perbaikan telah dilakukan pemerintah pusat melalui BPJN Kalsel.
“Kami mengucapka terima kasih, sebagai pereakilan rakyat Kalsel. karena jalan ini sangat vital untuk pertumbuhan wilayah.
Menurut Sulhan, Bypass Banjarmasin menghubungkan wilayah Kalteng dan Kaltim serta IKN.”Konektivitas semakin lancar dan memberi manfaat yang nyata kami rasakan, terutama pelayanan masyakart dan muaranya kesejahteraan rakyat.”/






































