ACEH, Bisnistoday- Pemerintah akan memperbaiki sarana dan prasarana barak di Pulau Rondo, Sabang, Provinsi Aceh, termasuk dermaga sehingga memudahkan prajurit untuk merapat ke pulau tanpa penghuni itu.
“Perbaikan sarana dan prasarana barak, mess, termasuk dermaga. Ini yang perlu kita rencanakan ke depan, tapi terkait dengan tadi untuk instalasi air bersih dan perbaikan ini diharapkan Kementerian PUPR yang juga ikut bersama rombongan bisa merencanakan dan kita masukan dalam program 2023,” tegas Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Restuardy Daud, di Aceh, Kamis (22/12)
Sebagai negara kepulauan, Indonesia terdiri 17.508 gugusan pulau, mempunyai tiga perbatasan darat serta 10 perbatasan maritim dengan negara tetangga. Dari 17.508 pulau itu terdapat 92 pulau kecil yang berhadapan langsung dengan negara tetangga.
Baca Juga : Makna Strategis Pulau Rondo Bagi Keamanan Nasional
Dari 92 pulau pulau kecil itu, 12 pulau kecil di antaranya ditetapkan sebagai pulau-pulau kecil yang menjadi prioritas untuk dilakukan pengelolaan, karena mempunyai nilai yang sangat strategis dari sisi pertahanan keamanan dan kekayaan sumber daya alam.
Ke- 12 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) terdiri dari, Pulau Rondo di Provinsi Aceh, Pulau Berhala di Sumatera Utara, Pulau Nipa dan Sekatung di Kepulauan Riau, Pulau Marampit, Pulau Marore dan Pulau Miangas di Sulawesi Utara, Pulau Fani, Pulau Fanildo dan Pulau Brass di Papua, serta Pulau Dana dan Batek di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, untuk listrik di Pulau Rondo, kata Ardy, Baznas RI yang juga turut dalam rombongan ke Pulau Rondo bersama Menko Polhukam Mahfud MD dan Mendagri Tito Karnavian, akan menyumbangkan instalasi atau panel surya yang nanti akan menjadi sumber listrik untuk Pamputer Pulau Rondo.
Peninjauan Pulau Rondo
Ardy menjelaskan kunjungan kerja ke Pulau Rondo itu sangat penting karena bisa melihat langsung permasalahan di sana.Betul, itu poin pertama. Yang kedua, di Pulau Sabang, bapak menteri dan rombongan berkesempatan untuk meninjau layanan publik yang ada di sana, kependudukan dan catatan sipil, kemudian pelayanan vaksinasi, termasuk juga penanganan stunting.
“Kita catat juga ada masalah yang perlu didorong tingkat preferensi stunting untuk di Sabang khususnya dan bagian di Aceh secara keseluruhan, termasuk mendorong untuk imunisasi polio, karena ini juga akhir-akhir ini merebak di Aceh, itu juga yang menjadi salah satu kegiatan,” tegas Ardy.
Ketika ditanya tentang program selanjutnya pada 2023 setelah mengunjungi Pulau Rondo, Ardy menjelaskan bahwa BNPP akan mengagendakan persiapan peresmian PLBN di Kalimantan. PLBN di Kalimantan, yang satu sudah hampir rampung di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kemudian di Serasan, Sebatik, Yetetkun Provinsi Papua Selatan, kemudian di Nusa Tenggara Timur.“Ini yang menjadi rangkaian kunjungan kita nanti di 2023.
Terkait dengan peluncuran prangko seri PLBN, Ardy menjelaskan bahwa saat ini terdapat delapan PLBN yang sudah dioperasionalkan. Tiga di antaranya yang saat ini diangkat untuk menjadi latar dari prangko 2023.
Ini kerjasama BNPP. dengan Kemenkominfo dan PT Pos Indonesia. Satu prangko diambil gambar di PLBN Aruk Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat; satu lagi di Papua, PLBN Skouw di Kota Jayapura; kemudian di PLBN Motaain di Kabupaten Belu, Atambua, NTT.
“Jadi itu yang menjadi pilihan kita, sekaligus juga karena ketiga kawasan PLBN ini menjadi beberapa pilot project dengan Inpres kita, Inpres nomor 1 tahun 2021, percepatan pembangunan di Aruk, Skouw, dan di Motaain. “tegas Ardy.“Ke depan nanti kita harapkan dengan PT Pos kita bisa juga meluncurkan prangko PLBN yang lain. “


