www.bisnistoday.co.id
Jumat , 3 Juli 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Makna Strategis Pulau Rondo Bagi Keamanan Nasional
NasionalNASIONAL & POLITIK

Makna Strategis Pulau Rondo Bagi Keamanan Nasional

Social Media

SEBAGAI negara kepulauan, Indonesia terdiri 17.508 gugusan pulau, mempunyai tiga perbatasan darat serta 10 perbatasan maritim dengan negara tetangga. Dari 17.508 pulau itu terdapat 92 pulau kecil yang berhadapan langsung dengan negara tetangga.

Dari 92 pulau pulau kecil itu, 12 pulau kecil di antaranya ditetapkan sebagai pulau-pulau kecil yang menjadi prioritas untuk dilakukan pengelolaan, karena mempunyai nilai yang sangat strategis dari sisi pertahanan keamanan dan kekayaan sumber daya alam.

Ke- 12 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) terdiri dari, Pulau Rondo di Provinsi Aceh, Pulau Berhala di Sumatera Utara, Pulau Nipa dan Sekatung di Kepulauan Riau, Pulau Marampit, Pulau Marore dan Pulau Miangas di Sulawesi Utara, Pulau Fani, Pulau Fanildo dan Pulau Brass di Papua, serta Pulau Dana dan Batek di Nusa Tenggara Timur.

Pulau-pulau kecil tersebut mengemban misi politis yang sangat strategis. Di kawasan tersebut terdapat Titik Dasar (TD) dan Titik Referensi (TR) sebagai penentuan batas kedaulatan dan yuridiksi perairan Indonesia. Selain itu, lokasi pulau pulau itu berada di perbatasan langsung dengan negara tetangga, menjadikan kawasan tersebut sangat bermakna dari aspek ideologi, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

PPKT itu sangat membutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah, apalagi pulau pulau itu terisolasi dan jauh dari pemerintahan serta keterbatasan sarana transporatasi dan komunikasi menuju pulau-pulau itu. Selain itu potensi ekonomi utama ekonomi kemaritiman di pulau pulau terpencil itu belum terkelola secara maksima. Di tambah tingkat kesejahteraan penduduk yang masih rendah sebagai akibat dari rendahnya tingkat pendidikan warga di pulau itu. Ketergantungan kebutuhan sehari-hari dengan negara tetangga juga menjadi sebuah masalah , di samping sering nya terjadi berbagai kegiatan illegal fishing, jalur illegal logging, illegal trading dan illegal traficking

“Sebagai beranda depan, wilayah perbatasan memiliki kompleksitas dan eskalasi ancaman terhadap negara yang sangat tinggi, sehingga dari sisi pertahanan dan keamanan, pembangunan perbatasan menjadi hal sangat penting sekali, “tegas Mahfud Md di Sabang, Rabu (21/12).
Ancaman saat ini sudah berubah, tidak lagi militer, tidak lagi berorientasi pada serangan militer dari negara lain (sangat kecil kemungkinan), namun sudah berubah menjadi serangan yang bersifat multidimensi, antara lain terorisme, radikalisme, perompakan, kejahatan transnasional, dan aktifitas penyelundupan (barang, senjata dan narkotika).

Atas dasar itulah Menko Polhukam Mahfud MD selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP, sering melakukan kunjungan kerja ke pulau pulau kecil terluar tersebut.

Kali ini kedua pejabat negera itu melakukan kunjungan kerja ke Pulau Rondo, 21 Desember 2022. Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah terhadap perlunya pengelolaan Pulau Pulau Kecil Terluar (PPKT) untuk menjaga keutuhan kedaulatan NKRI.

Di Pulau Rondo, Menko Polhukam dan Mendagri menerima laporan singkat dari Danrem 012 Teuku Umar/Dandim 0112 Sabang/Dan Pamputer. Selain itu kedua pejabat ini memberikan bantuan serta peninjauan Sarpras Pamputer. Mahfud didampingi Tito.

Keunikan Rondo

Banyak orang yang belum mengenal dan tidak tahu dengan Pulau Rondo. Padahal, pulau itu memiliki arti yang strategis sekali. Pulau tersebut adalah salah satu dari 12 pulau terluar proritas yang berada di ujung utara Pulau Sumatera, yaitu ujung barat Pulau Weh, berbatasan dengan negara India, tepatnya Kepulauan Nikobar, dan menjadi jalur pelayaran internasional.

Secara administratif, Pulau Rondo termasuk dalam wilayah Kelurahan Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Pulau ini tidak berpenghuni dan sering dijuluki sebagai Pulau Mati. Pulau Rondo satu-satunya pulau selain Pulau Weh, Klah, Rubiah, dan Seulako yang tidak berpenghuni. Pulau ini hanya didiami secara bergantian oleh petugas penjaga, yang terdiri dari marinir dan petugas jaga mercusuar.

Sulit mendapatkan air bersih di pulau ini. Sumber air bersih di Pulau Rondo ini hanya berasal dari kiriman dari Pulau Weh, yang hanya digunakan untuk minum dan berwudhu. Jika ingin buang air besar atau mandi, biasanya para marinir harus terlebih dahulu menuruni ratusan anak tangga, lalu mandi di laut, dan kemudian naik lagi dengan meniti ratusan anak tangga tadi untuk menuju ke rumah-rumah tempat kamp militer.
“”Saya tahu banyak kesulitan yang kalian hadapi, seperti yang disampaikan kepada kami, tetapi itu adalah bagian pengabdian kepada negara,” tambah Mahfud yang sebelumnya juga mengunjungi sejumlah daerah perbatasan dan pulau terluar, seperti di Miangas Sulut, Sota Merauke, dan Motaain NTT.

Tidak hanya itu saja, untuk mencapai Pulau Rondo, Anda juga harus berhati-hati karena berlayar menuju Pulau Rondo tidak mudah. Secara tiba tiba kita bisa berhadapn dengan gulungan ombak ketinggian hingga tiga meter, karena letaknya terluar dan perairannya merupakan pertemuan Selat Malaka dengan Selat Hindia.

Dengan lokasi Pulau Rondo yang diapiti oleh dua selat yaitu selat malaka dan selat India itu, membuat banyak hewan laut dan terumbu karang yang bisa ditemukan di pulau ini. Oleh sebab itu, perairan ini menjadi tempat favorit para nelayan Indonesia mencari ikan di sekitar pulau ini.
Bukan hanya nelayan saja yang sering berada di sekitar pulau ini, namun orang-orang yang suka memancing juga sering menguji kemampuan mereka dalam menaklukan ikan-ikan di sini.
Buat para pencinta diving juga bisa menikmati indahnya terumbu karang bawah laut di tempat ini, namun yang diizinkan melakukan diving di sini hanya mereka yang sudah memiliki sertifikat master scuba diving atau mereka yang benar-benar sudah ahlinya, tidak untuk para pemula.

Jarak Pulau Rondo dengan Kota Sabang sekira 15,6 kilometer, sementara dengan Kelurahan Iboih 9,3 kilometer, dan yang terdekat jaraknya dengan Kelurahan Ujung Ba’u sekira 4,8 kilometer. Sedang luas Pulau Rondo sendiri hanyalah 0,4 kilometer persegi, dapat dicapai dengan kapal motor dari Kelurahan Ujung Ba’u selama 40 menit saja, sedangkan dari Kota Sabang lebih lama, sekira 1,75 jam.

Sejatinya Pulau Rondo merupakan titik nol kilometer Indonesia. Namun, karena sulit untuk mencapai Pulau Rondo, maka titik nol kilometer pun dipindah ke Kota Sabang, sehingga sebagian besar masyarakat Indonesia lebih mengetahui Kota Sabang lah titik nol kilometer Indonesia.

Tidak ada fasilitas penunjang para wisatawan di Pulau Rondo karena memang pulau tersebut bukan pulau untuk para wisatawan namun bukan berarti tidak bisa menginjakan kaki ke pulau yang satu ini. Para pengunjung bisa memasuki wilayah pulau ini namun perlu ada izin khusus.
Untuk kamu yang ingin bermalam tidak perlu cemas karena ada beberapa tempat penginapan di pulau Weh yang dekat dengan Pulau Rondo sehingga tidak perlu kembali ke Kota Sabang. Berikut beberapa penginapan tersebut.

  1. The Hawk’s Nest Resort
    Resort yang berlokasi di pinggir pantai pulau Weh ini menawarkan 1 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 kamar mandi dan sudah ada ac dan wifi. Untuk harganya sendiri berkisaran sekitar Rp 800.000 per malam.
  2. Freddies Santai Sumurtiga
    Berikutnya adalah sebuah penginapan yang dekat dengan pantai Sumur Tiga yang ada di Pulau Weh. Terdapat restoran di dekat Freddies Santai Sumur Tiga yang membuatmu bisa mencari makan untuk menjaga stamina. Di Freddies Santai Sumurtiga juga sudah dilengkapi dengan AC dan wifi. Untuk harganya sendiri di mulai dari Rp 200.000 permalam.
  3. Pulau Weh Paradise
    Berlokasi di Sukajaya penginapan ini juga menawarkan pemandangan laut yang sangat indah. Para pengunjung bisa menikmati sunset yang dapat disaksikan dari jendela. Untuk harganya sendiri berkisaran sekitar Rp 230.000 permalam dan sudah mendapatkan kamar berAC dan wifi gratis.

*Laporan Jurnalis Senior Khairil Huda dari Pulau Sabang

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Patung Suku Osing
Nasional

Menjaga Budaya Osing, Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

BANYUWANGI, Bisnistoday - Suara kayu lesung yang berpadu, mengiringi suasana pagi di...

Pesawat ATR 42
Nasional

Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Papua Pegunungan, Dikabarkan Pilot Meninggal

JAKARTA, Bisnistoday - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menerima laporan...

Menteri Nusron
Nasional

Hadiri Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron Bakar Semangat Nasionalisme Mahasiswa

BOGOR, Bisnistoday - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),...

Bandara Husein
Nasional

Kemenhub Percepat Persiapan Reaktivasi Bandar Udara Husein

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan (Ditjen Hubud)...