www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home EKONOMI Inflasi Juni Naik, Dipacu Moment Idul Adha
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Inflasi Juni Naik, Dipacu Moment Idul Adha

Kantor BPS
KANTOR Badan Pusat Statistik (BPS, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Moment Idul Adha 1444 H mempengaruhi laju Inflasi pada Juni 2023. Hal ini terefleksi dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan inflas pada Juni 2023 sebesar 0,14% (month to month).

“Selama tahun 2019 sampai 2023, terjadi inflasi pada momen Hari Raya Idul Adha, kecuali tahun 2020 yang mengalami deflasi,” menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Rilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen Juni 2023 di Jakarta, Senin (3/7).

BPS mencatat, inflasi pada momen Idul Adha 2019 atau pada Agustus tercatat sebesar 0,12 persen. Kemudian, pada Juli atau Idul Adha 2021 sebesar 0,08 persen dan Juli atau Idul Adha 2022 sebesar 0,64 persen. Sedangkan, moment Idul Adha pada Juli 2020 mencatatkan deflasi sebesar 0,10 persen.

Lebih lanjut Pudji mengutarakan, inflasi pada Idul Adha 2023 didorong oleh kenaikan harga pangan bergejolak atau volalite food, di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, bawang merah, cabai merah, cabai rawit dan tomat.

Sementara faktor penopang inflasi Juni lainnya adalah tarif angkutan udara 0,04 persen, tarif kontrak rumah 0,01 persen dan rokok kretek filter 0,01 persen.

Dari segi kelompok pengeluaran, pendorong utama inflasi Juni adalah makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,39 dan andil 0,10 persen terhadap inflasi utama.

Sedangkan bila dilihat dari segi wilayah, BPS mencatat terdapat 48 kota yang mengalami inflasi bulanan pada Juni 2023 2023.Kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Jayapura dengan catatan sebesar 1,36 persen persen.

Penopang utama deflasi Kota Jayapura adalah komoditas tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 1,11 persen, tomat 0,25 persen dan beras 0,04 persen.Adapun kota yang mengalami deflasi terdalam secara bulanan adalah Kota Sumenep yang mencatat deflasi sebesar 0,42 persen./Ant/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...