www.bisnistoday.co.id
Jumat , 24 April 2026
Home EKONOMI Pemerintah Putuskan Divestasi Saham Vale Indonesia Bulan Ini
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Putuskan Divestasi Saham Vale Indonesia Bulan Ini

Presiden Joko Widoro menegaskan, Pemerintah akan memutuskan rencana divestasi saham PT Vale Indonesia sebesar 51 persen pada bulan ini
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah akan memutuskan rencana divestasi saham PT Vale Indonesia sebesar 51 persen pada bulan ini. Hal ini seiring dengan masa operasi kontrak Vale Indonesia akan berakhir pada 28 Desember 2025.

“Segera akan kita putuskan. Insya Allah bulan ini akan kita putuskan. Intinya kepentingan nasional harus didahulukan,” tegas Presiden Joko Widodo  (Jokowi) saat menyampaikan keterangan pers di Pangkalan Udara Halim Perdadana Kusuma, Jakarta, Senin (03/7).

Kepala negaea menilai divestasi PT Vale Indonesia dilakukan demi kepentingan nasional seiring dengan rencana hilirisasi dan industrialisasi yang dilakukan pemerintah.

Tak Rugikan Investor

Kendati demikian, Presiden juga ingin divestasi dengan kepemilikan saham 51 persen oleh Indonesia itu tidak merugikan investor. “Kita juga tidak ingin merugikan investor. Win-win, dua-duanya harus jalan dengan baik, dan yang paling penting industrialisasi, hilirisasi betul-betul harus berjalan,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan sebelumnya, pemerintah diminta segera melakukan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Terlaksananya divestasi 51 persen saham Vale Indonesia akan menjadi prestasi di era pemerintahan Jokowi karena berhasil “membawa pulang” nikel Tanah Air, menyusul kesuksesan yang serupa pernah ditorehkan melalui divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Divestasi yang akan dilakukan INCO untuk memenuhi persyaratan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) ialah 11 persen.

Dengan demikian, nantinya komposisi kepemilikan 31 persen pemerintah Indonesia melalui MIND ID, 20,7 persen publik, dan sisanya masih dimiliki oleh Vale Canada dan Sumitomo Metal Mining.

Namun, angka 11 persen itu dirasa tidak cukup untuk membuat Indonesia menjadi mayoritas lantaran 20 persen saham yang dilepas ke publik pun dimiliki oleh lembaga asing melalui transaksi saham, bukan investor tanah air.

Dengan kepemilikan mayoritas saham oleh pemerintah, Indonesia memiliki kemandirian dalam memanfaatkan cadangan nikel terbesar untuk kepentingan masyarakat.

Apalagi, pemerintah memiliki rencana besar untuk ekosistem kendaraan listrik yang membutuhkan nikel sebagai bahan baku baterai./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Gabriel Rey, CEO dan Founder TRIV GROUP
Ekonomi & Bisnis

TRIV Gandeng Indomaret Perluas Akses Investasi Crypto

JAKARTA, Bisnistoday - TRIV, platform investasi dan perdagangan crypto di Indonesia resmi...

BPA Fair 2026
Ekonomi & Bisnis

BPA FAIR 2026 : Lebih dari 400 Aset Hasil Tindak Pidana Akan Ditawarkan Ke Publik

JAKARTA, Bisnistoday - Seiring dengan meningkatnya kompleksitas perkara, khususnya tindak pidana korupsi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berpengalaman 75 Tahun, Kemenkop Gandeng CDF Canada Kembangkan Koperasi di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop), bersama Co‑operative Development Foundation (CDF) of...

Wamendag Roro
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Pelaku UMKM Perempuan Didorong Adaptasi Digital Lewat Kolaborasi Kemendag dan Platform E-Commerce

JAKARTA, Bisnistoday- Pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya...