www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 12 September 2026
Bursa

IHSG Ditutup Melemah

HSG pada perdagangan Rabu (24/1) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (05/9) ditutup melemah 5,04 poin ke posisi 6.991,71. Sementara indeks LQ45 turun 1,25 poin ke posisi 968,66. Penurunan IHSG mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (05/9) menyebutkan, penunan tersebut akibat dari beberapa rilis data ekonomi beberapa negara yang menunjukkan pelemahan, seperti kenaikan inflasi di Korea Selatan dan PMI Indeks Australia yang masih di zona kontraksi.

Selain itu, sektor properti China semakin menunjukkan keterpurukan, yang mana dari 50 developer swasta terbesar di China, 34 diantaranya mengalami tunggakan pembayaran obligasi luar negeri.

Selain itu, 16 lainnya termasuk Country Garden Holdings Co. menghadapi tunggakan pembayaran obligasi luar dan dalam negeri dengan total tunggakan mencapai 1,48 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada September 2023.

Pada masa tenggang yang berakhir pada 5- 6 September, Country Garden Holdings Co. harus membayar bunga obligasi senilai 22,5 juta dolar AS, yang mana apabila gagal bayar, hal tersebut memungkinkan kreditur untuk menyatakan gagal bayar.

Baca juga: Saham Barang Baku dan Infrastruktur Topang Penguatan IHSG pada Agustus 2023

Risiko gagal bayar Country Garden Holdings Co. tentu sangat berbahaya mengingat perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan properti yang paling banyak berhutang di dunia.

Di sisi lain, pemerintah China memberikan stimulus terkait penurunan ambang batas uang muka pembelian rumah dan berhasil memicu kenaikan saham sektor properti di Bursa Hang Seng dan Shanghai pada perdagangan kemarin.

Dibuka Menguat

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik sebesar 2,86 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 0,95 persen dan 0,36 persen.

Sedangkan, lima sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor teknologi yang turun minus 1,28 persen, diikuti sektor barang konsumen primer minus 0,58 persen dan sektor energi minus 0,50 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MOLI, GTRA, GTBO, FREN dan COAL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni IRSX, CYBR, WIDI, LMAX dan ASHA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.144.892 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,92 miliar lembar saham senilai Rp8,62 triliun. Sebanyak 236 saham naik, 286 saham menurun, dan 232 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 97,60 poin atau 0,30 persen ke 33.036,80, indeks Hang Seng melemah 387,25 poin atau 2,06 persen ke 18.456,91, indeks Shanghai melemah 22,69 poin atau 0,71 persen ke 3.154,37, dan indeks Strait Times melemah 12,14 poin atau 0,37 persen ke 3.226,83./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...