www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 13 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Saham Barang Baku dan Infrastruktur Topang Penguatan IHSG pada Agustus 2023
Bursa

Saham Barang Baku dan Infrastruktur Topang Penguatan IHSG pada Agustus 2023

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djayadi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Saham sektor barang baku dan sektor infrastruktur mengalami penguatan terbesar sehingga menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Agustus 2023. Secara mont to date (mtd), pasar saham Indonesia menguat 0,32 persen ke level 6.953,26 pada 31 Agustus 2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djayadi mengatakan hal tersebut saat Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Agustus 2023 di Jakarta, Selasa (05/9).

“Dengan non-resident mencatatkan outflow sebesar Rp20,10 triliun (mtd), utamanya akibat transaksi crossing per Juli 2023 inflow Rp2,72 triliun (mtd),” ungkap Inarno.

Sementara itu, secara year to date (ytd), IHSG tercatat menguat sebesar 1,50 persen (ytd) hingga 31 Agustus 2023, dengan non-resident mencatatkan net sales sebesar Rp1,18 triliun hingga 31 Agustus 2023.

Penghimpunan Dana

Inarno juga mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal Indonesia juga terus meningkat, yaitu menjadi senilai Rp172,38 triliun dengan perusahaan publik baru tercatat sebanyak 60 perusahaan.

Dalam pipeline (antrian), masih terdapat 94 rencana penawaran umum lagi, dengan perkiraan nilai sebesar Rp43,43 triliun, dan rencana Initial Public Offering (IPO) oleh calon perusahaan publik baru sebanyak 59 perusahaan.

Baca juga: IHSG Menguat Seiring Optimisme  Pasar terhadap Inflasi AS
“Dari sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi pasar saham di Agustus 2023 itu menjadi Rp11,20 triliun (mtd), dan juga Rp10,38 triliun (ytd),” ujar Inarno.

Sebagai informasi, dalam Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027, OJK menargetkan kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp15.000 triliun atau 70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2027 mendatang.

OJK juga menargetkan jumlah perusahaan tercatat yang meliputi saham maupun Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) mencapai 1.100 perusahaan pada 2027 mendatang.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian ditargetkan mencapai Rp25 triliun pada 2027, yang mana akhir 2022 lalu sudah tercatat sebesar Rp14,7 triliun./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

IHSG ditutup menguat
Bursa

Aksi Selektif Saham Murah, IHSG Kembali Menguat Signifikan

JAKARTA, Bisnistoday – Relatif rendahnya saham yang berfundamental meyakinkan, dengan harga yang...

Saham AS
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Masih Dibayangi Risiko Tinggi Walau Ada Upaya Dongkrak Carry Rupiah

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar memperhatikan serius tawaran pemerintah dalam hal ini...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...

Pasar Saham
BursaHEADLINE NEWS

Dibanding Pasar Emerging Market, Pasar Saham Indonesia Bergerak Anomali

JAKARTA, Bisnistoday - PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa pasar saham Indonesia...