JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan dSelasa (23/3) ditutup melemah 48,42 poin atau 0,77 persen ke posisi 6.252,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 3,76 poin atau 0,4 persen ke posisi 940,52.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Okie Ardhiastama di Jakarta, Selasa (23/3) mengatakan, pelemahan IHSG dipicu oleh kekhawatiran naiknya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar juga menanti rilis data kinerja industri China yang rencananya akan rilis pada pekan ini.
Pelaku pasar juga menanti hasil lelang obligasi Pemerintah Amerika. “Kekhawatiran terhadap naiknya obligasi pemerintah Amerika yang dinilai dapat memberikan tekanan pada laju pasar saham, mengiringi fluktuasi perdagangan pasar saham Asia hari ini,” ujar Okie.
Ia menuturkan penurunan dalam dua hari terakhir meningkatkan harapan naiknya permintaan dalam lelang obligasi dua, lima dan tujuh tahun Departemen Keuangan AS sepanjang minggu.
“Lelang surat utang berjangka tujuh tahun pada hari Jumat saat ini cukup diminati. Pelaku pasar khawatir bahwa pemulihan ekonomi yang kuat dari Covid-19 akan memicu inflasi dan mundurnya stimulus bank sentral karena imbal hasil obligasi stabil,” kata Okie.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 dan potensi shortfall pajak yang membuat Kementerian Keuangan menambahkan pembiayaan. “Hal tersebut menjadi kecemasan di tengah pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan,” ujar Okie.
Pada perdagangan saham di BEI Selasa (23/3), sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 3,07 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku masing-masing minus 2,5 persen dan minus 1,63 persen. Sedangkan satu sektor naik yaitu sektor perindustrian sebesar 1,01 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp21,83 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.230.979 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,57 miliar lembar saham senilai Rp11,01 triliun. Sebanyak 151 saham naik, 357 saham menurun, dan 129 saham tidak bergerak nilainya.
Rupiah Menguat
Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat, seiring pelaku pasar yang terus mencermati testimoni Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell.
Rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.397 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.407.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah seiring dengan pernyataan Jerome Powell yang menegaskan kembali sikap dovish alias kebijakan moneter longgar bank sentral AS.
“Powell juga mengatakan bahwa ekonomi AS telah berkembang lebih cepat dari perkiraan umum dan tampaknya akan menguat, tetapi menambahkan bahwa itu masih jauh dari pemulihan penuh,” ujar Ibrahim.
Investor mengharapkan lebih banyak komentar dari Powell, baik pada penampilan bersama pertamanya dengan Menteri Keuangan Janet Yellen di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS.
Powell juga menjadi pembicara utama di BIS Innovation Summit bersama Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde.
Sementara itu Bank Sentral Eropa (ECB) meningkatkan pembelian obligasi hampir setengahnya selama minggu sebelumnya, meningkatkan upaya stimulus untuk mengurangi biaya pinjaman dan meyakinkan investor yang skeptis bahwa mereka akan melakukan apa yang diperlukan untuk mengekang imbal hasil obligasi.
Sementara itu gelombang ketiga kasus Covid-19 Eropa terjadi karena varian yang sangat menular. Paris dan sekitarnya memasuki penguncian selama empat minggu dan Jerman memperpanjang pengunciannya hingga 18 April 2021 mendatang./

















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















