www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home EKONOMI Kadin Tolak Kenaikkan Sejumlah Pos Tarif di Pelabuhan Tanjung Priok
EKONOMI

Kadin Tolak Kenaikkan Sejumlah Pos Tarif di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelaku usaha keberatan atas kebijakan PT Pelindo II yang menaikkan sejumlah pos tarif di Palabuhan Tanjung Priok hingga 39 persen
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan PT Pelindo II (Persero) yang menaikkan sejumlah pos tarif di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dinilai tidak sejalan dengan upaya pemerintah menekan biaya logistik dari 23,5 persen menjadi 17 persen pada tahun 2024.

Selain itu, pengenaan tarif baru untuk biaya penumpukan dan biaya pengangkatan tersebut dinilai kontradiktif terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan pemerintah.

“Kami para pelaku usaha keberatan atas kebijakan PT Pelindo II. Kenaikan sejumlah pos tarif hingga 39 persen dibandingkan tarif lama akan berdampak langsung pada peningkatan biaya logistik,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan, Rico Rustombi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/4).

Ia menambahkan, kenaikan tarif di pelabuhan juga akan berdampa luas ke berbagai sektor usaha terkait. Hal ini karena posisi pelabuhan sebagai lini penghubung kegiatan produktif dan perniagaan.

Selain itu, Rico berpendapat momentum kebijakan kenaikan tarif kali ini juga sangat tidak tepat. Pasalnya, kondisi perekonomian masih negatif, walaupun sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Hal senada juga diungkapakan Ketua Harian Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto. Ia menilai kebijakan tersebut diambil dengan langkah komunikasi dan sosialisasi yang minim. Seharusnya para pemangku kepentingan sektoral terlibat dalam urun rembug sebelum skema tarif baru dikeluarkan.

Secara terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno dengan tegas menyatakan keberatannya. “Kami tidak melihat urgensi maupun manfaat kenaikkan tarif tersebut. Sementara di sisi lain sudah jelas akan menambah beban biaya logistik yang harus ditaggung oleh pengusaha. Ini bagaikan jatuh tertimpa tangga, di saat uumnya pengusaha repot berusaha bertahan menghadapi pandemi Covid-19 malah dibebani kenaikan biaya logistik,” tandasnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...

Dirut KAI
EKONOMI

Dirut KAI Fokus Optimalkan Area Pertumbuhan Ekonomi Wilayah TOD

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal lebih fokus pengembangan...